-->
Loading...

iklan adsense

Classroom of the Elite VOLUME 4.5 CHAPTER 5 PART 8 Bahasa Indonesia

Released on November 06, 2022 · 0 Views · Posted by firsyardha · Series

Download Classroom of the Elite VOLUME 4.5 CHAPTER 5 PART 8 Bahasa Indonesia, Streaming Classroom of the Elite VOLUME 4.5 CHAPTER 5 PART 8 Bahasa Indonesia, jangan lupa untuk klik like dan bagikan. Series First Year Volume 4.5 selalu update di MarinSubs. Jangan lupa menonton Series terbaru lainnya.

Refresh Jika Loading Video Lebih Dari 1 Menit. Jika Video Error Hubungi Saya Atau Tuliskan di Komentar ...!!
PART 8

Setelah kami selesai berenang, aku agak haus. Yang lain pasti juga merasakan hal yang sama, karena saat hari mulai senja dan kami berjalan kembali ke asrama, salah satu teman Ichinose berkata, “Hei, Honami-chan. Kayaknya enak nih kalau makan es krim. Bagaimana menurutmu?” 

“Ya. Kedengarannya bagus,” jawab Ichinose. Bahkan setelah berenang, hawa panas tetap menyiksa. “Bagaimana kalau kita mampir toko dulu sebelum pulang?”

Tidak ada yang keberatan. Kami memasuki toserba terdekat, dan semua orang bergegas menyerbu es krim. Horikita sempat ragu tentang apakah dia harus membeli minuman, tapi sekarang sepertinya dia juga ingin es krim. 

“Aku pilih yang ini! Ultra Choco Monaka!” teriak Ike, mengambil sebuah es krim yang besarnya tiga kali lipat dari es krim biasa. Harganya juga hampir empat kali lipat lebih mahal dari es krim biasa. 

Itu buang-buang duit, tapi kurasa jika itu membuatnya senang, itu mungkin tidak masalah. Sudou dan Yamauchi ingin es serut, sementara Ichinose memilih es loli. Bahkan di toserba biasa, keinginan dan selera setiap orang bermacam-macam. 

Sakura, yang berdiri di belakangku, melihat sekeliling dengan ragu. 

“Kau mau yang mana?” aku bertanya. 

“Um, a-aku… pi-pilih yang mana ya, aku bingung.” dia tergagap. 

Sakura berdiri jinjit dan mati-matian berjuang untuk melihat ke dalam lemari es krim. Sejujurnya, bahkan aku sendiri hampir tidak bisa melihat isinya. Saat Ike dan yang lainnya akhirnya pergi, aku merasakan Sakura mendorongku. 

“Yuk pilih,” kataku padanya. 

“O-Oke,” jawabnya. 

Dia tampaknya benar-benar berjuang untuk memilih, jadi aku berdiri di sampingnya selagi kami membuat pilihan, untuk membantunya.

“Gimana ya?” dia bergumam. Tangannya bergetar, seolah-olah merasa resah. 

“Kau nggak suka es krim?” 

“Oh bukan begitu, aku suka semua jenis es krim. Sebelumnya aku mungkin sudah pernah mencoba semuanya di sini,” jawabnya, menunjuk ke bagian kanan kotak. Horikita, yang juga masih mencari, memilih es krimnya dan pergi ke kasir. 

“Cepatlah, nanti ditinggal lo!” panggil Ike. 

Mengingat betapa sensitifnya Sakura, mendengar itu hanya akan membuatnya semakin resah. “Um, umm… Maaf. Aku ini selalu lama kalau memilih sesuatu.” 

“Nggak usah panik. Dia cuma bercanda. Lagian aku juga belum memutuskan,” kataku padanya. 

“Kamu pilih yang mana, Ayanokouji-kun?” 

“Aku?” 

Aku mengalihkan perhatianku dari Sakura dan melihat ke dalam freezer. Sejujurnya, semuanya tampak sama. 

“Kurasa yang ini.” 

Aku mengambil es krim Walls cup. Aku pilih yang toppingnya cokelat, rasa lainnya mungkin akan kubeli untuk lain kali saja. 

“Ya-Yah, kalau gitu aku juga sama. Ini enak,” jawab Sakura. 

Rasanya seolah-olah aku memaksanya untuk memilih itu, tetapi jika Sakura puas, maka itu tidak masalah. Setelah kami membayar dan keluar, semua orang berkumpul di depan toko dan mulai makan. Aku membuka tutupnya dan menyendok beberapa es krim, membiarkannya meleleh di mulutku. 

“Ini ... enak sekali,” kataku pelan. 

Rasa manis dan dinginnya menjalar ke seluruh tubuhku. Ini bisa menjadi kebiasaan. Benar-benar meningkatkan mood. Siapa sangka kalau es krim rasanya bisa seenak ini? Namun, makan terlalu banyak bisa berakibat buruk bagimu. 

“Wahh, kamu benar-benar menikmatinya ya. Hampir kelihatan seperti baru pertama kali makan es krim,” kata Ichinose.

“Siapa pun pasti juga berpikir kalau ini enak. Apalagi di cuaca panas seperti ini,” jawabku. Memang begitu seharusnya. 

“Iya, sih. Hanya saja ... kamu makannya seperti orang yang menikmati hidangan kesukaannya. Ini pertama kalinya aku melihatmu memasang wajah seperti itu.” 

“Itu karena wajahnya seperti boneka. Ekspresinya tidak pernah berubah,” kata Horikita, menyela atas namaku. Yah, dia sendiri juga mirip seperti boneka. 

Horikita dan Ichinose mulai mengobrol dengan santainya tentang semester kedua yang akan segera dimulai. 

“Hei, Ichinose. Es loli-mu sudah mulai mencair, tuh.” 

“Gah! Kamu benar!” 

Es loli Ichinose meleleh karena panas. Bingung, Ichinose pun menjilati tetesan-tetesannya dan kemudian memasukkan es loli itu ke mulutnya. 

“Mmph, magajih banyag,” gumamnya dengan mulut yang tersumbat es loli. 

Apa dia baru saja bilang, “Makasih banyak”? Tampaknya begitu. Bahkan meski meleleh, es loli masih terlihat lezat.

~Bersambung~

Episode Lainnya

Other Series

Komentar

A-Z List cari anime berdasarkan abjad A-Z
Copyright © MarinSubs. All Rights Reserved

MarinSubs adalah tempat streaming/nonton Anime Subtitle Indonesia

Redesign by Kitagawa Marin 喜多川 海夢