-->
Loading...

iklan adsense

VOLUME 4.5 CHAPTER 4 PART 2

Released on Agustus 29, 2022 · 0 Views · Posted by firsyardha · Series

Download VOLUME 4.5 CHAPTER 4 PART 2, Streaming VOLUME 4.5 CHAPTER 4 PART 2, jangan lupa untuk klik like dan bagikan. Series First Year Volume 4.5 selalu update di MarinSubs. Jangan lupa menonton Series terbaru lainnya.

Refresh Jika Loading Video Lebih Dari 1 Menit. Jika Video Error Hubungi Saya Atau Tuliskan di Komentar ...!!
PART 2

Saat itu tengah malam, ketika aku bersiap untuk tidur, tiba-tiba ponselku bergetar. 

[Apa kamu sudah tidur?] Itu adalah pesan singkat dari Sakura. 

Aku melihat ponselku selama beberapa waktu tanpa menyentuhnya, tetapi tidak ada indikasi bahwa akan ada lebih banyak pesan. Sakura mungkin mengira aku sudah tidur. Aku membuka jendela obrolan, menandai pesan sebagai telah dibaca. Segera, aku menerima pesan lain. 

[Apa aku membangunkanmu?] kata pesan itu. 

[Maaf, aku sedang mencuci pakaian. Tidak masalah.] sebuah kebohongan kecil. 

Dia pasti merasa lega, karena pesan selanjutnya sedikit lebih panjang. 

[Aku harus bertemu dengan Yamauchi-kun jam 5 besok, tapi… bolehkah aku bertemu denganmu sebelum itu?] aku bisa saja menolak. Namun, Sakura tidak kenal siapa-siapa yang bisa dia ajak bicara. 

[Di mana tempatnya?]

[Tempat yang sama seperti kemarin: di belakang gedung sekolah.]

Aku sudah tahu itu, tapi aku ingin memastikan. Tidak ingin membuatnya merasa tidak nyaman, aku berjanji pada Sakura kalau aku akan bertemu dengannya di lokasi yang sama di belakang sekolah. Sekarang sudah waktunya untuk tidur. 

Aku mematikan layar ponselku dan meletakkannya. Namun, itu bergetar lagi. 

[Em. Aku minta maaf sudah mengganggumu berulang kali. Apa boleh aku meneleponmu?] 

Kecemasannya terpancar dari pesannya. Mungkin akan lebih baik jika aku tidak membiarkannya menggantung. Saat aku menelonnya, Sakura menjawab pelan. 

“Kau tidak bisa tidur?” tanyaku. 

“Tidak. Ketika aku memikirkan hari esok, aku menjadi sangat gugup. Ahh…” Sakura menghela napas melalui telepon.

Dia terdengar tertekan. Dia mungkin sedang mempertimbangkan bagaimana dia akan menjawab perasaan Yamauchi. 

“A-Aku tidak tahu apa-apa tentang Yamauchi-kun. Itu agak menakutkan,” katanya. 

“Begitu, ya.” 

“Aku baru sadar kalau menyukai seseorang atau membenci seseorang itu ternyata tanggung jawabnya seberat ini.” 

Bagi Sakura, yang telah menjauhkan dirinya dari orang-orang di sekitarnya sampai sekarang, itu pasti mengejutkan. Namun, dalam hal ini, kemampuanku untuk membantu agak terbatas. Sakura harus membuat keputusannya. Yamauchi akan hidup dengan konsekuensinya. Bahkan seseorang sepertiku, yang benar-benar pemula dalam hal percintaan, mengerti itu. 

Aku tidak bisa menasihati Sakura apakah akan menolak atau menerima Yamauchi. Aku hanya bisa mendengarkan dengan tenang semua yang dia katakan. 

“Yamauchi-kun tidak salah, tapi ini… kupikir aku cuma tidak menginginkan ini. Tetap saja, aku merasa kasihan padanya, karena dia menyukai seseorang sepertiku…” 

Cinta adalah masalah yang agak rumit. 

“Aku sudah memikirkannya berulang kali, tapi aku tidak tahu apa yang harus dilakukan.” Itu bisa dimengerti. Bahkan melalui telepon, kebingungan Sakura masih terasa. “Kenapa aku? Itulah yang ingin kutahu. Kenapa aku harus menderita seperti ini?” 

Seperti yang kuduga, bukannya senang, dia justru terdengar murung dengan situasinya.

“Ayanokouji-kun, ini… Yah, mungkin aku tidak perlu menanyakan ini, tapi…” 

“Tanyakan apapun padaku. Kalau aku bisa jawab, aku akan menjawabnya.” 

“Yah ... aku minta maaf kalau terlalu ikut campur, tapi apa sekarang kamu sedang berpacaran dengan seseorang?” untuk beberapa alasan, Sakura bersikap formal. 

“Tidak, tentu saja tidak. Aku belum pernah pacaran dengan siapa pun, dan sekarangpun juga sama.” 

“Be-Benarkah?!”

“Kau terdengar senang mendengar itu, aku jadi merasa kalau kau sedang mengejekku, lo.” sedikit perih mendengarnya begitu dia senang tentang seorang pria yang tidak pernah berpacaran dengan siapa pun sebelumnya. 

“O-Oh, tidak, bukan begitu… aku tidak bermaksud mengejekmu! Aku merasa senang karena kamu mirip denganku, itu saja.” 

“Aku cuma sedang menggodamu,” jawabku. 

“Ih kamu itu, ya!” Itu hanya lelucon kecil, tapi sepertinya berhasil mengembalikan mood Sakura. “Apa ada yang pernah mengungkapkan perasaannya padamu? Atau kamu sendiri pernah menyatakan perasaanmu kepada orang lain?” 

Dia benar-benar memanggangku. Lagipula aku tidak menyembunyikan apa pun. 

“Aku tidak punya pengalaman, sama sepertimu.”

“Oh, begitu ya!” 

Sakura terdengar senang lagi. Kami mengobrol sebentar tentang ini dan itu. Setelah beberapa waktu berlalu, dia mulai mengantuk, dan kami mengakhiri panggilan. Aku berharap dia bisa tidur nyenyak. Kalau dipikir-pikir, ini juga sudah waktunya bagiku untuk tidur.

~Bersambung~

Episode Lainnya

Other Series

Komentar

A-Z List cari anime berdasarkan abjad A-Z
Copyright © MarinSubs. All Rights Reserved

MarinSubs adalah tempat streaming/nonton Anime Subtitle Indonesia

Redesign by Kitagawa Marin 喜多川 海夢