-->
Loading...

iklan adsense

VOLUME 4.5 CHAPTER 2 PART 8

Released on Juli 31, 2022 · 0 Views · Posted by firsyardha · Series

Download VOLUME 4.5 CHAPTER 2 PART 8, Streaming VOLUME 4.5 CHAPTER 2 PART 8, jangan lupa untuk klik like dan bagikan. Series First Year Volume 4.5 selalu update di MarinSubs. Jangan lupa menonton Series terbaru lainnya.

Refresh Jika Loading Video Lebih Dari 1 Menit. Jika Video Error Hubungi Saya Atau Tuliskan di Komentar ...!!
PART 8

Ketika aku kembali ke lobi asrama, Katsuragi sedang duduk di sana, tampak tertekan. Dia segera melihatku datang dan langsung berdiri. 

“Aku minta maaf karena melibatkanmu dalam permintaan aneh seperti itu,” katanya. 

“Ah, jangan khawatir. Aku sendiri yang bersikeras untuk ikut. Maaf aku tidak bisa membantu,” jawabku. 

“Ah tidak, tidak perlu minta maaf. Lagipula, sudah tak ada harapan,” kata Katsuragi. 

Sepertinya Katsuragi sudah menyerah. Dia sangat ingin mengirim hadiah itu kepada adiknya, tapi peraturan sekolah menghalangi dia. 

“Ini. Makanlah ini bersama teman-temanmu. Aku tidak terlalu suka dengan permen,” katanya sambil menyerahkan hadiah itu. Namun, aku tidak mengambilnya. 

“Itu tidak akan berarti untukku.” 

“Begitu ya. Kukira kau tidak akan senang dengan hadiah bekas.” Katsuragi membungkuk dan berjalan pulang ke asrama. 

“Katsuragi.” 

Aku menghentikan langkahnya. 

“Ada apa?” 

“Mungkin aku bisa membantu. Aku sudah memikirkan cara untuk memberikan hadiah itu kepada adikmu.” 

“Tapi OSIS menolakku. Kupikir sudah tidak ada lagi solusi lain.” 

“Itu karena kau tidak ingin melanggar aturan,” jawabku. 

“Aku tidak akan melakukan sesuatu yang berisiko,” jawab Katsuragi datar. 

Kurasa itu terlalu berlebihan untuk seseorang seperti Katsuragi, pemimpin Kelas A, untuk menerimanya. Apalagi jika kata-kata itu datang dari orang sepertiku. 

“Kupikir ada baiknya kau mendengarkanku. Apalagi jika memberi hadiah ke adikmu itu kau anggap penting.” Katsuragi telah berulang kali mengunjungi ruang OSIS selama liburan musim panas untuk mendapatkan izin. Ini jelas tidak sepele baginya.

“Apa ini sesuatu yang harus kita diskusikan di depan umum?” Katsuragi melihat orang-orang di sekeliling dan kamera keamanan. 

“Kurasa kau benar. Mau ke kamarku?” 

Beberapa siswa sering mengunjungi kamarku belakangan ini. Untungnya, kami tidak berpapasan dengan siapapun saat kami berjalan ke sana. Aku membuka pintu dan menyalakan lampu. 

“Masuklah.”

“Kamarmu cukup bersih. Atau, lebih tepatnya, minimalis. Terlihat sama seperti saat kita pertama kali datang ke sekolah ini,” renung Katsuragi. 

“Banyak yang bilang begitu.” 

Setelah dia duduk, aku menyalakan AC dan menuangkan teh. 

“Jadi, sesuatu tentang peraturan sekolah yang kau bilang tadi?” tanya Katsuragi. 

“Misalnya kita ingin mengirim paket dari sekolah. Karena itu jelas dilarang, itu bukan hal yang sederhana untuk dilakukan. Kita mungkin juga tidak akan bisa mengirimnya lewat kantor pos.” Ada kantor pos di kampus, tapi itu hanya dipergunakan untuk para guru. Siswa tidak mempunyai akses. 

“Berarti, tidak ada yang bisa kulakukan. Atau kau mau bilang kalau ada sarana pengiriman lain?” 

“Tentu saja. Jika ada seseorang yang mau membawa hadiah itu keluar dari kampus, semua pasti akan beres.” 

“Jangan konyol. Siapa juga orang yang bisa melakukan hal seperti itu? Kau tidak sedang membicarakan karyawan kampus, kan?” tanya Katsuragi. Hanya karyawan di berbagai toko di kampus yang bebas keluar masuk. “Orang-orang yang bekerja di sini dipekerjakan di bawah peraturan yang ketat. Mereka tidak akan mengambil risiko seperti itu untuk siswa biasa. Mereka mungkin justru akan melaporkan kita ke sekolah.” 

Jika mereka melakukannya, Katsuragi akan dihukum berat. 

“Ini mustahil. Kupikir tidak ada orang yang bisa kita percayai untuk bertindak sebagai perantara. Tunggu, maksudmu bukan keluar dari sekolah tanpa izin, kan?”

“Tentu saja tidak. Hukumannya akan sangat berat.” Pintu masuk dan keluar diawasi dengan ketat. Kami akan dikeluarkan jika ketahuan. “Kau benar, kita memang tidak dapat memanfaatkan karyawan. Namun jika itu siswa, lain lagi ceritanya. Ada beberapa orang yang bisa kita percayai.” 

“Siswa? Itu bahkan lebih tidak mungkin. Siswa tidak diperbolehkan keluar sekolah tanpa alasan yang kuat.” 

“Bukankah ada pengecualian yang terkait dengan 'alasan kuat' itu?” 

“Pengecualian? Jika siswa diizinkan meninggalkan kampus, maka ... Tidak, itu tidak mungkin!” Katsuragi dengan cepat sampai pada kesimpulan yang kumaksud. “Turnamen klub, ya?” 

“Benar sekali.” 

Selama turnamen klub, sekolah pastinya mengizinkan siswa tertentu untuk meninggalkan pekarangan sekolah dan melakukan perjalanan ke tempat-tempat di luar sekolah. 

“Kau benar. Dalam situasi seperti itu, bisa dilakukan. Tapi, pihak sekolah pasti sudah mengantisipasi hal semacam itu. Tentunya akan ada pengecekan tas,” kata Katsuragi. 

“Tentu saja. Tapi ada cara untuk melewatinya, bukan? Ini bukan seperti Olimpiade yang mengetes atlet terkait penggunaan steroid. Mereka tidak akan memeriksa setiap inci tubuh kita.” 

“Itu benar, tapi…” 

Katsuragi tampaknya serius mempertimbangkan gagasan itu. 

“Itu akan jadi risiko besar bagi siswa. Tapi, dilihat dari apa yang kau katakan, Ayanokouji, kau sudah menemukan orang yang tepat dan dapat dipercaya. Ya, kan?” 

“Ya, itu benar. Tapi, kau harus percaya padaku jika ingin ini berhasil.”

~Bersambung~

Episode Lainnya

Other Series

Komentar

A-Z List cari anime berdasarkan abjad A-Z
Copyright © MarinSubs. All Rights Reserved

MarinSubs adalah tempat streaming/nonton Anime Subtitle Indonesia

Redesign by Kitagawa Marin 喜多川 海夢