-->
Loading...

iklan adsense

Volume 4 Chapter 3 Part 3 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia

Released on September 21, 2021 · 0 Views · Posted by firsyardha · Series

Download Volume 4 Chapter 3 Part 3 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, Streaming Volume 4 Chapter 3 Part 3 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, jangan lupa untuk klik like dan bagikan. Series First Year Volume 4 selalu update di MarinSubs. Jangan lupa menonton Series terbaru lainnya.

Refresh Jika Loading Video Lebih Dari 1 Menit. Jika Video Error Hubungi Saya Atau Tuliskan di Komentar ...!!

CHAPTER 3
Pertanyaan Dua Laras

PART 3

Saat itu tengah malam di hari kedua. Kolam renang, yang ramai di siang hari, sekali lagi menjadi sunyi. Tidak ada siapa-siapa di sekitar. Aku mengeluarkan ponselku untuk menelepon. Karena kontak guru sudah terdaftar otomatis di ponsel, menghubungi Chabashira-sensei adalah hal yang relatif mudah. 

Meskipun saat itu pertengahan musim panas, kami masih berada di tengah laut, dan angin malam yang menerpa dek kapal terasa cukup dingin. 

“Maaf membuatmu menunggu, Ayanokouji.” 

“Tidak apa-apa. Aku minta maaf karena sudah memanggilmu selarut ini.” 

“Seorang wali kelas berkewajiban untuk berkonsultasi dengan seorang siswa. Itu hal yang wajar. Selain itu, ini adalah pertama kalinya kau memanggilku.” 

Chabashira-sensei tidak memperlakukan Kelas D dengan cinta. Dia tidak terlalu disukai oleh murid-muridnya. Bahkan jika seseorang mengalami masalah, mereka mungkin tidak akan menemuinya. 

“Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu, sensei, tapi... kau terlihat pucat.” 

Awalnya aku tidak menyadarinya karena hari sudah gelap, tapi Chabashira-sensei tampak sangat pucat sehingga kupikir dia mungkin sedang sakit parah. 

“Jangan khawatirkan itu. Ini masalah orang dewasa. Lagi pula, apa yang ingin kau tanyakan?”

Mengingat aku bisa mencium bau alkohol dari napasnya, kupikir aku sudah cukup paham dengan situasinya. 

“Kau bilang kepadaku bahwa kami dapat menggunakan poin kami untuk membeli apa pun, tapi masih ada beberapa pengecualian untuk aturan itu. Iya, kan?”

“Ya. Ada pengecualian, tentu saja. Misalnya, jika kau ingin membeli kehidupan seorang guru atau siswa, kami tidak dapat memenuhi permintaan itu.” 

“Jadi aku ingin tahu. Apa hal paling mahal yang pernah seorang siswa beli dengan poin yang dia miliki?” 

Tepat setelah aku menanyakan itu, aku merasakan kehadiran orang lain di sekitar.

“Yuuhuu, Sae-chan! Bagaimana keadaanmu?”

Hoshinomiya-sensei muncul. Apakah itu hanya kebetulan? Sepertinya tidak. Dia mungkin mengikuti Chabashira-sensei. 

“Kau mabuk, bukan?” kata Chabashira-sensei. 

“Hmm? Oh tidak, tentu saja tidak, aku tidak mabuk. Aku hanya berakting mengantuk, tahu?” 

“Ya ampun. Kau ini benar-benar kuat minum ya. Kau bisa menangani dirimu sendiri hari ini, dan kau juga baik-baik saja sekarang.” 

Rupanya, Hoshinomiya-sensei memang peminum berat. 

“Selamat malam, Ayanokouji-kun. Apa kabar?”

Hoshinomiya-sensei bertingkah agak terlalu akrab denganku. Dia meletakkan tangannya di pundakku, dan kemudian memelukku begitu erat hingga aku bisa mencium bau alkohol dari tubuh dan napasnya. Tentu saja, anak di bawah umur sepertiku tidak akan tahu, tapi apakah alkohol benar-benar enak? Dari baunya saja sudah membuatku tidak mau meminumnya. 

“Saya baik-baik saja. Jika tidak, saya tidak akan berada di sini.” kataku. 

“Jawabanmu itu sangat tidak lucu, aku terkesan! Jadi, Ayanokouji-kun, apa kamu menyukai tipe kakak perempuan tsuntsun, seperti Sae-chan?” tanya Hoshinomiya-sensei. 

“Jangan menggoda seorang siswa seperti itu. Kau menghalangi pekerjaanku.” 

Untungnya, Chabashira-sensei meraih tengkuk Hoshinomiya-sensei dan menyeretnya menjauh. Aku ingat percakapan guru yang kudengar tempo hari. Bahkan para wali kelas saling waspada, bersaing dan menipu satu sama lain karena mereka bertujuan untuk kelas atas. Aku tidak tahu apakah itu karena naik ke kelas yang lebih tinggi berarti mereka akan dapat peningkatan gaji, atau mungkin ada persaingan lama antara Chabashira-sensei dan Hoshinomiya-sensei semenjak masa sekolah mereka. 

Tidak diragukan lagi bahwa sekolah dan guru mengatur semuanya dengan adil. Membocorkan jawaban kepada siswa akan menjadi masalah besar. Itu berarti kemungkinan besar Ichinose ditempatkan ke dalam kelompok Kelinci tanpa mengetahui alasannya. Dia memiliki wawasan yang luas dan keterampilan pengamatan yang tajam. Cepat atau lambat, dia mungkin akan berpikir bahwa ada sesuatu yang salah. Dia akan bertanya-tanya mengapa dia berada di kelompok Kelinci.

Akan lebih mudah untuk menganggap semuanya sebagai kebetulan belaka, tapi Hoshinomiya-sensei tidak pandai dalam menyembunyikan emosinya. Ichinose mungkin akan segera mengetahui bahwa dia dimasukkan ke dalam kelompok itu untuk mencari tahu tentang Ayanokouji Kiyotaka. Jika itu terjadi, bagaimana aku harus menanggapinya? Selagi aku memikirkan hal itu, aku mulai memilih tindakanku selanjutnya. 

“Jadi, apa yang kalian berdua bicarakan di tengah malam begini? Bukankah ini merupakan masalah besar?” tanya Hoshinomiya-sensei. 

“Masalah besar? Sebagai seorang guru, wajar bagiku untuk berkonsultasi dengan murid-muridku dan menenangkan kecemasan mereka.” jawab Chabashira-sensei. 

“Kalau itu benar, bukankah lebih baik dilakukan dengan banyak orang? Kalau kalian terlihat seperti sedang menyelinap, mau tak mau aku akan berpikir itu mencurigakan.”

Meskipun Hoshinomiya-sensei mencoba mengganggu ketenangannya, Chabashira-sensei tetap tenang. 

“Ayanokouji sendiri yang meminta bertemu di tempat ini. Dia ingin berkonsultasi denganku secara pribadi.” kata Chabashira-sensei menyatakan fakta yang sebenarnya. 

“Hmm. Yah, kurasa kalian tidak melanggar aturan apa pun.” gumam Hoshinomiya-sensei. 

“Baguslah. Sekarang cepatlah pergi. Aku akan segera kembali sendiri.” 

“Oke, oke. Tapi ingat, tidak ada waktu buat mesra-mesraan loh, ya.” goda Hoshinomiya-sensei. 

Dia pergi, meninggalkan komentar yang sangat tidak perlu itu sebagai kata terakhir. 

“Maaf. Dia itu merepotkan.” 

“Tidak apa-apa.”

Chabashira-sensei tidak mengatakan apa-apa tentang aku yang sedang diselidiki. Yah, mungkin itu hanya masalah pribadi. Aku tidak tahu apa yang terjadi di antara mereka, tapi itu tidak ada hubungannya denganku. 

“Ngomong-ngomong, tentang yang tadi. Aku ingin tahu, Apa hal paling mahal yang pernah seorang siswa beli dengan poin yang dia miliki?” 

Chabashira-sensei mengangguk, terlihat seperti sedang melamun. 

“Yah, aku hanya bisa cerita dari pengalamanku sendiri, itu adalah ketika seorang siswa ingin mengubah peraturan sekolah. Tentu saja, itu juga terbatas pada hal-hal yang realistis saja. Misalnya, kau dapat mengubah waktu mulai pelajaran supaya tidak terlambat masuk kelas.” jawabnya.

Chabashira tidak memberikan fakta, hanya hipotesis. 

“Bisakah kau memberiku contoh?”

“Apa kau tidak puas dengan jawabanku?”

“Tidak juga, aku tidak terlalu memikirkannya. Aku sudah cukup mengerti tentang cara kerja sistem sekolah.” jawabku. 

Bergantung pada bagaimana kau menggunakan poinmu, kau dapat membuat perubahan pada sistem bahkan dengan cara yang paling sepele. Dengan kata lain, kemungkinannya tidak ada habisnya. Poin pribadi sangat penting. 

“Kau bisa saja menanyakan itu padaku lewat email. Aku tidak mengerti kenapa kau ingin bertemu langsung.” 

“Jika aku mengirimimu email, itu akan meninggalkan jejak. Aku ingin menghindari itu.”

Aku memutuskan untuk membiarkannya begitu saja. Aku berjalan pergi, ke arah yang berbeda dari arah Hoshinomiya-sensei pergi. Walaupun aku masih memiliki banyak pertanyaan, ini sudah cukup untuk saat ini. 

“Aku akan meminta bantuanmu dalam waktu dekat.” kataku. 

Ketika aku melihat ke belakang dari balik bahuku, aku melihat Chabashira-sensei memandangku dengan curiga.

~ Bersambung ~

Episode Lainnya

Other Series

Komentar

A-Z List cari anime berdasarkan abjad A-Z
Copyright © MarinSubs. All Rights Reserved

MarinSubs adalah tempat streaming/nonton Anime Subtitle Indonesia

Redesign by Kitagawa Marin 喜多川 海夢