-->
Loading...

iklan adsense

Volume 4 Chapter 2 Part 3 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia

Released on September 17, 2021 · 0 Views · Posted by firsyardha · Series

Download Volume 4 Chapter 2 Part 3 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, Streaming Volume 4 Chapter 2 Part 3 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, jangan lupa untuk klik like dan bagikan. Series First Year Volume 4 selalu update di MarinSubs. Jangan lupa menonton Series terbaru lainnya.

Refresh Jika Loading Video Lebih Dari 1 Menit. Jika Video Error Hubungi Saya Atau Tuliskan di Komentar ...!!

CHAPTER 2
Sederet Keinginan yang Tak Terbatas

PART 3

“Aaaaaaayaaaaaanooooookooooouuuuujiiiiii!”

Segera setelah aku kembali ke dalam kapal, sebuah bayangan menghampiriku. Tangannya meraihku, penyerang misterius itu mempererat cengkeramannya di leherku. Aku dengan panik mengetuk lengannya, tetapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda melonggarkan cengkeramannya. Sejenak kupikir aku akan pingsan. Setelah aku mengguncang diriku sendiri, aku dengan cepat berbalik dan melihat wajah penyerangku. Itu adalah Yamauchi Haruki, tampak seperti seorang oni atau asura. 

“A-Ada apa?” aku sudah tahu alasannya, tapi aku bertanya untuk basa basi. 

“'Ada apa' ndasmu! Kau bilang akan memberitahuku alamat email Sakura, sialan! Dan kau baru saja bicara dengan Sakura! Sudah kuduga. Selama ini kau mengejarnya!” dia berteriak. 

Rupanya, keberuntunganku sangat buruk. Aku perlu memikirkan sesuatu. 

“Aku tidak pernah bermaksud mengejarnya. Yah, ini agak sulit untuk dikatakan, tapi ... sebelumnya aku berbohong padamu.” kataku parau. 

“Tunggu. Kau berbohong?”

“Apa kau benar-benar berpikir kalau seorang penyendiri sepertiku tahu alamat email Sakura?” 

Aku menoleh ke arahnya, mencoba menunjukkan ketulusanku. 

“Jadi... Tunggu, jadi yang barusan itu kau mencoba meminta alamat email dari Sakura?”

Saat aku mengangguk, Yamauchi terlihat kaget dan bertekuk lutut. 

“Jadi... kau sama sekali tidak tahu alamat emailnya, Ayanokouji. Kau membohongiku?” dia tergagap. 

“Ya. Maaf.”

“Jadi bagaimana kelanjutannya? Apa kau dapat alamat email Sakura?”

“Er, maaf.” 

“Maaf? Apa maksudmu? Aku tidak ingin permintaan maaf, aku ingin emailnya!” 

Yamauchi bergumam pada dirinya sendiri, mencerminkan kekecewaannya. 

“Beraninya kau ... Beraninya kau menipuku!” dia berteriak.

Aku memang merasa tidak enak karena sudah menipu dia, tentu saja, tetapi aku tidak bisa memberikannya kontak Sakura tanpa persetujuannya. Karena dia jelas punya motif tersembunyi, aku harus menolak. 

“Bisakah kau memberiku sedikit waktu lagi?” aku bertanya. 

“Sedikit waktu?! 'Aku tidak mentolerir seorang pembohong. Aku ini bukan orang bodoh'!” dia berteriak. 

Aku tidak pernah menyangka bahwa seorang siswa Kelas D akan mengeluarkan pepatah seperti itu. Aku terkejut. 

“Lalu apa kau akan membuat Sakura memberitahumu?” aku bertanya. 

“Ya, itu benar.”

Dia mungkin dibutakan oleh kemarahan. Sepertinya dia bermaksud untuk mendapatkan kontak Sakura dengan paksa, jika perlu. 

“Kau tahu, Sakura bilang dia benci laki-laki yang banyak bicara.” 

“Maksudmu laki-laki sepertimu, Ayanokouji?!” dia berteriak. 

“Tentu saja dia membenciku. Tapi seharusnya sudah jelas kenapa aku tidak bisa memberimu kontaknya. Aku tidak ingin kau melakukan kesalahan yang sama, seperti yang kulakukan, Yamauchi. Jika kau memintanya dengan paksa, itu akan sia-sia.”

“Kau cuma membuat-buat alasan. Sejak awal kau bahkan tidak pernah tahu kontaknya.” Yamauchi menundukkan kepalanya. 

“Ya. Dan aku minta maaf. Tapi aku tahu kalau dia tidak membencimu.” jawabku. 

“Tapi apa yang harus kulakukan?” dia bertanya. 

“Apa kau tahu kalau Sakura menyukai kamera digital? Aku pernah dengar kalau kameranya tidak berfungsi, dan dia tidak punya cukup poin untuk membeli yang baru. Tapi bagaimana jika kau membelikannya untuknya, Yamauchi? Sebagai hadiah?” aku bertanya. 

“Oh, dia pasti akan senang, tapi... aku juga tidak punya poin.” 

“Yah, ada beberapa opsi dalam ujian khusus ini. Jika kau adalah VIP dan berhasil melewati ujian tanpa ketahuan, atau jika kau menjadi pengkhianat dan mengkhianati kelompokmu, atau jika kau berhasil membimbing kelompokmu untuk menyelesaikan ujian, kau akan mendapat poin yang cukup untuk membeli banyak kamera digital. Benar, kan?”

“Jadi jika aku berhasil melakukannya, aku bisa mendapatkan kamera baru untuk Sakura?” dia bertanya. 

Yamauchi hampir meledak. Dia bisa melihat solusi untuk masalahnya. 

“Sekarang, Yamauchi Haruki, kau harus mencapai hasil yang nyata. Bekerja keras, dan tunjukkan pada Sakura betapa jantannya dirimu. Dengan begitu kau akan menjadi pria yang pantas untuk berkencan dengan mantan idola.” 

Apapun tujuan utamanya, Yamauchi jelas naksir Sakura. Jika aku memberinya stimulus yang tepat, dia bisa menggali potensi yang lebih besar. 

“Akan kulakukan, akan kulakukan, akan kulakukan, akan kulakukan! Aku akan memberikan semua yang kumiliki dan memenangkan hati Sakura!” dia berteriak. 

“Itu benar, Yamauchi. Kau pasti bisa melakukannya.” 

“Ya! Aku pasti akan menang!” dia berteriak. 

Aku berhasil mengarahkan energinya untuk berpartisipasi dalam ujian. Jika dia tidak mendapatkan apa-apa dari ini, kepahitan dan kemarahannya mungkin akan kembali padaku, ini adalah dorongan sementara. Nah, jika kami berhasil meraih kemenangan, semuanya akan baik-baik saja ... meskipun Yamauchi sangat bersemangat, targetnya masih bisa lolos. Menemukan VIP tidaklah semudah itu. 

“Biarkan aku memberitahumu sesuatu, untuk berjaga-jaga...”

Aku mendesak Yamauchi untuk berhati-hati, tetapi kemudian aku menahan kata-kataku. 

“Apa?” dia bertanya. 

“Bukan apa-apa. Lakukan yang terbaik. Tapi jika kau menemukan VIP, jangan biarkan kelas lain mengalahkanmu, mengerti?” 

“Tentu saja.” 

Jika Yamauchi meleset dari target karena kesalahan, itu mungkin akan baik-baik saja. Gambaran besarnya lebih penting daripada jangka pendeknya.

~ Bersambung ~

Episode Lainnya

Other Series

Komentar

A-Z List cari anime berdasarkan abjad A-Z
Copyright © MarinSubs. All Rights Reserved

MarinSubs adalah tempat streaming/nonton Anime Subtitle Indonesia

Redesign by Kitagawa Marin 喜多川 海夢