-->
Loading...

iklan adsense

Volume 4 Chapter 2 Part 2 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia

Released on September 17, 2021 · 0 Views · Posted by firsyardha · Series

Download Volume 4 Chapter 2 Part 2 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, Streaming Volume 4 Chapter 2 Part 2 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, jangan lupa untuk klik like dan bagikan. Series First Year Volume 4 selalu update di MarinSubs. Jangan lupa menonton Series terbaru lainnya.

Refresh Jika Loading Video Lebih Dari 1 Menit. Jika Video Error Hubungi Saya Atau Tuliskan di Komentar ...!!

CHAPTER 2
Sederet Keinginan yang Tak Terbatas

PART 2

Pada akhirnya tidak ada yang diselesaikan, tapi setidaknya kami menghabiskan waktu satu jam diskusi seperti yang diminta. Pengumuman datang bahwa kami bebas untuk pergi. Para siswa dari Kelas A semuanya berkumpul dan segera keluar dari ruangan. 

“Yah, kalian bebas melakukan apa pun yang kalian suka.” kata mereka kepada kami. 

Setelah mereka menuju pintu keluar dan meninggalkan kami, keheningan menyelimuti ruangan sekali lagi. Ichinose telah menolak strategi Katsuragi, tetapi tidak berhasil mencapai resolusi baru. Apakah dia menyembunyikan sesuatu yang lain? Atau apakah dia memikirkan sesuatu yang lain, mungkin? Mari kita lihat apa yang kau punya, Ichinose. 

“Yah, kita punya 5 sesi diskusi lagi. Bagaimana kalau kita sudahi sesi ini?” Ichinose berbicara dengan ramah. 

Kesepakatannya tampaknya lebih baik meluangkan waktu untuk kita sendiri sebelum bertemu lagi untuk berdiskusi. Kami semua telah mengambil sedikit informasi dan belum punya waktu untuk memprosesnya terlebih dulu. Setidaknya, anggota Kelas D kelelahan. Para siswa Kelas C tampaknya juga sama. 

“Yah, aku akan kembali—Aaah?!” 

Karuizawa, benar-benar kelelahan, bangkit untuk pergi tetapi tidak sengaja terlempar ke depan. Mungkin kakinya kesemutan karena duduk terlalu lama. 

“Aduh!” teriak Manabe. 

Dalam kepanikan, Karuizawa berusaha memperbaiki pijakannya, tapi terhuyung-huyung dan menginjak kaki Manabe. 

“Ah, aku tidak bermaksud melakukan itu. maafkan aku.” gumam Karuizawa, meminta maaf dengan cepat sebelum meninggalkan ruangan. 

“Hei, apa-apaan ini?!” teriak Manabe. Dia berteriak pada kami semua selagi kami beranjak pergi. Aku tidak ingin terjebak di tengah-tengah situasi itu, jadi aku menghindari kontak mata dan keluar dari sana. 

“Yah, kami juga akan kembali. Aku ingin bicara dengan Hirata tentang beberapa hal.” kataku. 

Kelas-kelas lain sudah mulai bergerak. Yukimura sepertinya ingin cepat-cepat memulai diskusi tentang strategi kami. Sejujurnya, kelas kami tidak memiliki banyak perencana yang kompeten, jadi itu keputusan yang sulit. Profesor berdiri perlahan. Pada akhirnya, orang-orang terakhir yang tersisa di ruangan itu adalah tiga siswa Kelas B dan Ibuki.

“Aku lapar lagi. Aku ingin tahu apakah ada prasmanan makan siang.” renung Profesor. 

Bagaimana mungkin dia sudah lapar lagi? Tubuh seperti apa yang memungkinkannya mencerna semua makanan itu hanya dalam satu jam?! Selain itu, jika dia makan sebanyak itu, dia akan semakin gemuk. Aku agak ragu bahwa nasihat tulusku akan sampai padanya. 

“Hei, Yukimura. Bukankah tadi Karuizawa bertingkah aneh?” aku bertanya. 

“Dia selalu bertingkah aneh.” jawabnya. 

Yah, itu adalah respons yang lugas dan jujur, tetapi tidak persis seperti apa yang ingin kudengar. Aku tidak yakin, tapi ada sesuatu yang terasa aneh pada dirinya. Mungkin aku sama sekali tidak mengenalnya...

Profesor sepertinya tidak memperhatikan sesuatu yang khusus. Bahkan, dia lupa itu pernah terjadi. Ponselku kumatikan selama berada di ruangan jadi aku tidak akan terganggu. Aku menyalakannya kembali saat kami pergi, dan melihat sebuah pesan singkat dari Sakura. Dia ingin bertemu jika ada waktu. 

“Hmm. Waktu yang tepat.” gumamku. 

Aku ingin pendapat dari orang lain selain Hirata dan Horikita. Aku ingin mendengar apa yang mereka pikirkan tentang ujian aneh ini. Aku mungkin akan mendapatkan wawasan setelah mengetahui lebih banyak tentang kelompok Sakura. 

“Baiklah, mau bertemu di mana?” aku bertanya dengan lantang. 

Kupikir tempat yang sama seperti kemarin seharusnya baik-baik saja. Ketika aku melempar ide itu kepada Sakura, aku segera menerima konfirmasi. Ada banyak siswa yang berlalu-lalang di sekitar sekarang, tetapi mereka mungkin tidak akan memperhatikan kami. Dua orang penyendiri belajar seni berurusan dengan orang banyak. 

Karena diskusi kelompok sesi 1 baru saja berakhir, lift menjadi sangat ramai. Karena hanya sekitar 10 orang yang bisa naik dalam waktu tertentu, akan lebih cepat untuk naik tangga saja. Aku berjalan menuju dek. Di perjalanan, aku menerima pesan singkat baru: 

[Karena ada banyak orang di sekitar, aku akan pergi ke haluan saja. Maafkan aku.]

“Ah. Kurasa dia tidak bisa berurusan dengan orang banyak.” 

Aku berjalan menuju haluan. Interior kapal memiliki banyak fasilitas mewah, tetapi di haluan hanya ada dek besar, yang memberikan pemandangan laut yang indah. Karena itulah, tempat ini biasanya sepi. Sepertinya tidak ada orang lain di sekitar, yang berarti aku leluasa di dek ini. Sakura sedang menungguku, berdiri di belakang pilar di pojokan. Aku memutuskan untuk tidak mengejutkannya kalau-kalau aku membuatnya takut, aku mendekat perlahan. 

“Begitulah menurutku,... ba-bagaimana?” dia bergumam keras. 

Hmm? Saat aku mendekat, aku mendengar Sakura bergumam pada dirinya sendiri. Dia berbicara dengan suara pelan, dan sulit untuk mendengarnya di tempat berangin seperti ini. Aku tidak tahu apa yang dia katakan. 

“Ma-Maukah... kamu... ke-ke-ke-ken…” dia tergagap. 

Kupikir dia mungkin sedang berbicara dengan seseorang, tetapi tidak ada orang lain sekitar. Dia sepertinya juga tidak sedang menggunakan ponselnya, jadi ini sedikit menyeramkan. 

“Sakura? Ada apa?” tanyaku, berusaha untuk tidak mengejutkannya. 

“Aaaaaaaaaaaaaaaa!” Sakura berteriak, seketika kaget. Sepertinya aku telah mengejutkannya. “Se-Se-Sejak kapan kamu di sini? Apa kamu dengar?” dia bertanya dengan panik.

“Aku tidak mendengar apa-apa. Aku baru saja sampai.” 

Tidak ada orang lain di sekitar. Dia seperti binatang kecil yang ketakutan. 

Apakah Sakura sedang berbicara dengan hantu, atau dia kehilangan akal sehatnya? Aku tidak yakin yang mana satu. 

“Apa kamu dengar?! Apa kamu dengar ucapanku barusan?!” Sakura berteriak. 

“Aku hanya dengar sedikit. Aku tidak tahu yang kau ucapkan barusan.” kataku. 

Sakura tampak lega. 

“Jadi, kenapa kau memanggilku ke sini?” aku bertanya. 

“Um, yah. Itu, itu ... ah ... aku stres karena ujian!” dia berteriak. 

Sakura, yang terlihat sangat tertekan, memberiku selembar kertas berisi daftar nama. Aku membaca nama-nama yang tertulis di kertas itu.

KELAS A: Sawada Yasumi, Shimizu Naoki, Nishi Haruka, Yoshida Kenta

KELAS B: Kobashi Yume, Ninomiya Yui, Watanabe Norihito

KELAS C: Tokitou Hiroya, Nomura Yuuji, Yashima Mariko

KELAS D: Ike Kanji, Sakura Airi, Sudou Ken, Matsushita Chiaki

Sepertinya siswa Kelas D lainnya telah dimasukkan ke kelompok Sapi yang... intens. Mempertimbangkan anak laki-laki di kelompoknya, seperti Sudou dan Ike, aku hanya bisa merasa simpati pada Sakura. Selama ujian ini, apapun yang terjadi kau harus menghabiskan waktu dengan anggota lain dari kelompokmu. Aku ingin sedikit membantunya, tapi tidak ada yang bisa kulakukan. Begitu waktu bagi kelompok untuk berkumpul tiba, kami harus menjadi bagian dari tim kami. Kami tidak boleh tercerai berai. Aku bisa membantunya secara diam-diam, tetapi jika aku bertindak tidak wajar selama ujian, seseorang akan segera menyadarinya. Dalam ujian seperti ini, melanggar aturan bisa berarti kematian. 

“Kupikir aku mungkin mengenal seseorang dari kelas lain tapi... ternyata, aku tidak mengenal siapa pun. Tidak ada seorang pun yang menganggapku teman.” kata Sakura.

Aku mencoba memikirkannya, tetapi satu-satunya orang yang bisa membantu adalah Ichinose dan Kanzaki. Tapi karena Ichinose sudah berada di kelompokku, dia tak bisa bantu. Aku juga tidak bisa menyerahkannya pada Sudou atau Ike untuk menjaga Sakura. 

“Maaf. Aku juga tidak punya teman.” kataku. 

“Ah, tidak apa-apa. Kamu tidak perlu minta maaf. Hanya saja ... aku tidak punya satupun teman!” Sakura menjawab. 

Ini adalah percakapan yang menyedihkan, kami berdua bersaing untuk melihat siapa lebih buruk. Daripada membicarakan masalah ini, aku memutuskan untuk mengubah topik. 

“Ngomong-ngomong, ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu, Sakura.”

“Hah? Aku? Tentang apa?”

“Apa Yamauchi pernah menghubungimu setelah diskusi kelompokmu selesai?” 

“Yamauchi-kun? Tidak. Memangnya ada apa?” dia bertanya. 

“Ah, begitu ya.” 

Selama ujian di pulau, aku secara tidak langsung menggunakan Sakura selagi aku juga menggunakan Horikita. Aku telah memanipulasi Yamauchi dengan memanfaatkan ketertarikannya pada Sakura, menjanjikan dia alamat email Sakura. Tentu saja, aku tidak bermaksud memberi Yamauchi alamat emailnya tanpa izin, tapi aku belum membicarakannya dengannya. Aku khawatir dia mungkin sudah menyerang Sakura setelahnya, tapi ternyata tidak terjadi apa-apa. Akulah yang menanam benih itu sendiri, jika Yamauchi bergerak, aku harus bertindak. 

“Untuk saat ini, hubungi aku jika ada sesuatu yang mengganggumu. Kau bisa ceritakan apa saja.” kataku. 

“Apa itu tidak apa-apa?” tanya Sakura. 

“Ya. Hanya itu yang bisa kulakukan.” 

Meskipun aku tidak tahu seberapa banyak aku akan membantu, mata Sakura berkilau seperti anak kecil. Mungkin dia senang bisa berbicara dengan seseorang. 

“Aku pasti akan menghubungimu!” kata dia. 

“Te-Tentu.” jawabku. 

Sakura sedikit berbeda dari dirinya yang biasanya. Dia sangat gembira, dan di balik kata-katanya tersimpan kekuatan yang lebih besar daripada biasanya. Mungkin dia menjadi sedikit lebih tegas? Meski hanya beberapa hari berselang sejak ujian di pulau itu, Sakura berkembang dengan cepat. Bisa dibilang itu ujian yang gila, tapi mungkin itu telah mengubah hidupnya dengan cara yang tidak terduga. Dia belum berubah sepenuhnya, tetapi aku merasa dia telah belajar untuk tetap positif dan terus berjalan dalam situasi yang sulit.

~ Bersambung ~

Episode Lainnya

Other Series

Komentar

A-Z List cari anime berdasarkan abjad A-Z
Copyright © MarinSubs. All Rights Reserved

MarinSubs adalah tempat streaming/nonton Anime Subtitle Indonesia

Redesign by Kitagawa Marin 喜多川 海夢