-->
Loading...

iklan adsense

Volume 3 Chapter 5 Part 6 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia

Released on September 04, 2021 · 0 Views · Posted by firsyardha · Series

Download Volume 3 Chapter 5 Part 6 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, Streaming Volume 3 Chapter 5 Part 6 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, jangan lupa untuk klik like dan bagikan. Series First Year Volume 3 selalu update di MarinSubs. Jangan lupa menonton Series terbaru lainnya.

Refresh Jika Loading Video Lebih Dari 1 Menit. Jika Video Error Hubungi Saya Atau Tuliskan di Komentar ...!!

CHAPTER 5
Kerja Sama Tim yang Kacau

PART 6

Aku sudah menunggu sekitar 15 menit di depan tenda laki-laki sebelum Horikita muncul. Dia terus menunduk, seolah-olah ada sesuatu yang salah. Kemudian dia perlahan mengangkat wajahnya dan mengamati sekeliling. Saat matanya bertemu mataku, pupil matanya bergetar, seolah dia ketakutan. Dia mendekatiku dengan langkah yang berat dan lamban. Meskipun dia tampak rapuh, aku tidak menganggapnya lemah. 

“Ayanokouji-kun. Bisa ikut aku sebentar?” 

Pertama-tama, aku berbalik dan memeriksa untuk melihat apakah Ibuki masih mengantri di depan kamar mandi. 

“Ada apa? Apa terjadi sesuatu?” aku bertanya pada Horikita. 

“Ikutlah denganku. Kita tidak bisa membicarakan ini di sini.” 

Dengan itu, Horikita berjalan menuju hutan. 

“Ada apa? Apa kau masih mau mencari makanan di hutan?” 

Horikita berjalan tanpa menjawabku. Dia berhenti begitu kami berada cukup jauh sampai kami tidak bisa lagi melihat tempat kemah. Horikita berbalik dan tampak siap untuk berbicara, tetapi kemudian ragu-ragu seolah-olah berubah pikiran. 

“Ini akibat kelalaianku. Aku cerita dengan kesadaran penuh bahwa ini kesalahanku. Mengerti?”

“Kesalahan?”

“Itu dicuri.”

“Tunggu, jangan bilang yang dicuri itu celana dalammu.”

“Bukan. Ini jauh lebih buruk. Yang dicuri itu... kartu kuncinya. Aku sudah membuat kesalahan fatal.” 

Horikita terlihat sangat jijik dengan dirinya sendiri, itu tatapan yang belum pernah aku lihat dari dirinya sebelumnya. 

“Aku memberitahumu hal ini karena aku percaya padamu. Aku tidak bisa berkonsultasi dengan seseorang yang mungkin adalah pelakunya. Ini sangat memalukan. Rasanya aku ingin mati...”

Aku merasa terhormat karena dia mempercayaiku, tetapi aku tidak bisa bersukacita di depan seseorang yang sedang tertekan. 

“Ini benar-benar kegagalan.” 

“Tidak, yang seharusnya disalahkan itu adalah orang yang mencurinya. Iya, 'kan?”

“Meski begitu, ini masalah tanggung jawab. Ini tidak ada hubungannya dengan diriku yang sedang sakit atau pun tertutup lumpur.” 

Horikita menundukkan kepalanya. Jika pencuri itu kabur, itu bisa menyebabkan kerusakan besar bagi kami. 

“Aku seharusnya tidak melepaskan kartu itu sedetik pun. Tapi aku...”

“Jangan salahkan dirimu. Aku tak bermaksud menghiburmu, tapi kupikir kau sudah melakukan yang terbaik.” 

Aku tidak tahu apakah dia mendengarku. Dia hanya menggigit bibir bawahnya, seolah diliputi penyesalan. 

“Untuk sementara, sebaiknya kita rahasiakan dulu dari yang lainnya. Kita harus memahami situasinya dulu.” 

“Ya. Kupikir juga begitu.”

Kalau yang lain tahu, nanti mereka akan panik. Aku tidak ingin itu terjadi.

“Ada dua orang yang kucurigai. Kalau bukan Karuizawa-san, ya Ibuki-san.” 

Orang pertama mungkin melakukannya karena kebencian. Karuizawa bisa saja mencurinya karena dia ingin melihat Horikita panik setelah kehilangan kartunya. 

“Sayangnya, kemungkinannya terlalu kecil. Dari tadi Karuizawa mengantri di depan kamar mandi.” 

“Apa kamu yakin?”

“Ya. Begitu juga dengan teman-teman sekelompoknya.” 

“Berarti, kemungkinan besar pelakunya adalah Ibuki-san. Mungkin dia tahu tentang kartu itu pagi ini, dan timingnya pun tepat. Tapi, kenapa dia mencurinya? Bukankah itu taruhan yang sangat berbahaya? Karena nama pemimpin terukir di kartu itu, seharusnya dilihat saja sudah cukup 'kan. Mungkinkah dia berencana merusak kartunya supaya kita mendapat penalti?”

Dia menatapku, matanya penuh kecemasan, seolah mencari jawaban dariku. Aku meletakkan tanganku di bahu Horikita. 

“Kita harus tanya langsung pada Ibuki di saat yang tepat, dengan begitu kita bisa mengerti situasinya. Kalau kita memang mencurigai Ibuki, kita harus terus mengawasinya. Kemungkinan terburuknya, dia akan kabur dengan membawa kartunya.” 

“Itu benar. Maaf, sebaiknya kamu kembali saja dulu. Dengan begitu kamu bisa segera membuntutinya.” 

“Baiklah. Aku mengerti. Aku akan mengawasinya.” 

Horikita pasti merasa muak dengan dirinya sendiri. Aku meninggalkannya dan kembali ke perkemahan.

~ Bersambung ~

Episode Lainnya

Other Series

Komentar

A-Z List cari anime berdasarkan abjad A-Z
Copyright © MarinSubs. All Rights Reserved

MarinSubs adalah tempat streaming/nonton Anime Subtitle Indonesia

Redesign by Kitagawa Marin 喜多川 海夢