-->
Loading...

iklan adsense

Volume 3 Chapter 5 Part 2 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia

Released on September 03, 2021 · 0 Views · Posted by firsyardha · Series

Download Volume 3 Chapter 5 Part 2 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, Streaming Volume 3 Chapter 5 Part 2 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, jangan lupa untuk klik like dan bagikan. Series First Year Volume 3 selalu update di MarinSubs. Jangan lupa menonton Series terbaru lainnya.

Refresh Jika Loading Video Lebih Dari 1 Menit. Jika Video Error Hubungi Saya Atau Tuliskan di Komentar ...!!

CHAPTER 5
Kerja Sama Tim yang Kacau

PART 2

Aku sudah mengatakannya berulang kali, tapi Hirata Yousuke adalah laki-laki yang sangat keren. Aku tidak memuji penampilannya, melainkan, tindakannya yang berprinsip. Ia mengambil inisiatif untuk melakukan hal-hal merepotkan yang tidak ingin dilakukan orang biasa, dan dia bersikap hormat bahkan ketika menanggapi lawan. Hirata, bekerja sama dengan para gadis, sedang mendirikan dua tenda mereka lebih jauh dari wilayah cowok. Sementara itu, aku ditugaskan untuk membawa pasak untuk tenda, menancapkannya ke tanah, dan memasangnya. 

Meskipun pada awalnya aku mengalami kesulitan, namun dengan pasak yang telah terpasang, aku pun berhasil mengamankan tenda pertama. Itu sangat mudah. Saat ini, aku berkeringat dan memukul-mukul pasak tenda kedua dengan palu. Hirata datang dan membantu dengan merentangkan tali dan memegangi pasak yang sedang dipasang. 

“Maafkan aku. Aku sudah merepotkanmu lagi.” 

Anak laki-laki lain ada di luar, entah sedang bermain-main atau memancing. 

“Ah, tidak apa-apa. Kau tidak perlu meminta maaf, Hirata. Yang ada, aku akan merasa tidak enak kalau menyerahkan semuanya padamu.” 

“Oh, ini bukan masalah bagiku. Aku melakukannya dengan senang hati.” senyum tulusnya meningkatkan kesejukan. 

“Pertanyaan ini mungkin terdengar aneh, tapi kenapa kau bekerja sangat keras?”

“Bekerja sangat keras? Aku tidak berniat untuk bekerja terlalu keras. Aku hanya melakukan apa yang harus diselesaikan.” Hirata mengatakan itu dengan cara yang tidak sombong. Dia meneteskan keringat, dan menyeka dirinya dengan handuk yang dia gantung di sekitar lehernya. “Kupikir ujian khusus ini sebenarnya bukan semacam pertempuran, tapi lebih seperti kesempatan penting bagi kita semua untuk menjadi lebih dekat. Itu sebabnya aku ingin menghargai momen ini. Aku senang bekerja keras untuk itu.” 

Aku bertanya-tanya bagaimana mungkin orang biasa dapat dipenuhi dengan niat baik tanpa bermuka dua. Ingin disukai oleh orang lain, ingin dihujani perhatian—kebanyakan orang akan berpikir seperti itu, tapi aku tidak mendapatkan kesan itu dari Hirata sama sekali. Aku merasa bahwa dia hanya ingin menjadi baik.

“Baiklah, tinggal setengahnya lagi. Ayo cepat dan selesaikan ini.” 

Kami berdua pergi ke sisi lain untuk memalu pasak yang tersisa. 

“Hirata-kun! Kemarilah sebentar!” 

Karuizawa dan gadis-gadis lain memanggil nama Hirata. Dalam sekejap mereka mengelilinginya, dan mulai menarik-narik lengannya. 

“Hei, ayo, kemari!”

“Ah, aku masih punya pekerjaan yang harus dilakukan,” kata Hirata. 

“Bukankah tidak apa-apa menyerahkan itu pada Ayanokouji-kun? Benar, 'kan?” kata mereka, menariknya dengan paksa. 

Melihat wajah bermasalah Hirata, aku membiarkannya pergi, meskipun kupikir itu akan jadi merepotkan. 

“Aku bisa melakukan ini. Pergilah.”

“Tidak, masih ada ¾ bagian lagi, itu sulit untuk dikerjakan satu orang.” 

“Tidak apa-apa, hanya ada sedikit yang tersisa.”

“Ma-Maaf. Terima kasih. Aku akan segera kembali.”

Meskipun aku mendapat kesan bahwa gadis-gadis itu memiliki motif tersembunyi, mereka pergi dan menarik Hirata ke hutan begitu cepat sehingga dia tidak menangkap kata-kataku. Dia mungkin tidak akan segera kembali. Aku melihat Hirata pergi, kemudian mengambil palu dan berharap aku akan mendapatkan kesempatan lain untuk menyelami misteri yang tersimpan dalam dirinya. Aku melanjutkan pekerjaanku, dan berhasil menyelesaikan semuanya sendiri sebelum Hirata kembali. 

“Butuh lebih banyak waktu untuk menyelesaikannya sendiri daripada yang kukira...” 

Ada banyak hal yang membuatku khawatir, seperti orientasi tenda, penempatan pasak, dan ketegangan tali. Saat itu hampir jam 10. Apa yang harus kulakukan sekarang? Aku tidak boleh membuat kesalahan sekarang karena situasi akan menjadi tidak pasti. Tapi pertama-tama, aku perlu menyegarkan kekuatan fisikku. Bekerja di bawah terik matahari rasanya terlalu berat. 

“Apa kau punya waktu sebentar?” tanya Ibuki. 

Kupikir aku bisa beristirahat sebentar, tetapi kurasa itu tidak akan terjadi. 

“Yang kalian bicarakan pagi ini kedengarannya sangat serius. Maksudku, tentang insiden celana dalam. Dari yang kulihat, siswa Kelas D itu punya pemikiran yang berbeda-beda.”

“Yah, kurasa begitu. Berbagai masalah terus datang menghampiri kami.” 

“Apapun alasannya, mencuri celana dalam seorang gadis itu tidak bisa dimaafkan.” 

Benar, tapi kenapa dia membicarakan ini denganku? Yamauchi lah yang telah mengundang Ibuki untuk tinggal di sini, bukan aku, dan kelompok Kushida lah yang menjaganya. Kami hanya sempat berbicara sedikit sebelumnya, jadi seharusnya tidak ada alasan khusus bagi dirinya untuk berbicara denganku. 

“Apa kau mencurigaiku?”

Ibuki rupanya melihat Shinohara dan yang lainnya memperlakukanku seperti kriminal pagi ini. 

“Apa kau pelakunya?” dia bertanya. 

“Tidak, bukan aku.”

“Okelah, itu bagus. Yah, aku memang tidak punya bukti apapun. Sepertinya beberapa gadis mempercayaimu dan begitu juga laki-laki bernama Hirata itu. Kupikir peluang kalau kau adalah penjahatnya itu rendah.” 

Dia mungkin sampai pada kesimpulan itu setelah mendengar percakapan antara Karuizawa dan Horikita. 

“Apa kau tahu siapa pelakunya?”

“Untuk saat ini, tidak. Aku benar-benar tidak ingin mencurigai anak laki-laki lain.” 

“Jadi menurutmu siapa yang melakukannya?”

Dia menanyakan pertanyaan itu seolah-olah dia sedang mengujiku. Ibuki melirik dari sudut matanya ketika dia mengatakan itu. Ketika aku tidak menjawab, Ibuki terus berbicara. 

“Jika bukan anak laki-laki pelakunya, maka mereka akan mencurigaiku—orang asing—selanjutnya. Aku benar-benar yakin kalau beberapa orang telah mengatakan sesuatu tentangku. Lagipula, aku bisa saja membuatnya terlihat seolah anak laki-laki yang mencuri celana dalam. Benar 'kan?”

Ibuki tertawa mencela diri sendiri, mungkin karena dia sepenuhnya sadar bahwa dia sudah menjadi tersangka. Menanggapi itu, aku pun berbicara secara spontan. 

“Kurasa aku mempercayaimu, setidaknya. Aku ragu kau pelakunya.”

Aku menjawab Ibuki tanpa ragu-ragu. Dia tampak sedikit terkejut, seolah dia ingin memverifikasi apakah yang kukatakan itu benar. Saat mata kami bertemu, dia mengalihkan pandangannya.

“Terima kasih. Aku tidak menyangka kau akan mengatakan hal seperti itu.” 

“Aku hanya mengatakan yang sejujurnya.”

Aku bisa memahami Ibuki hanya dengan melihat matanya. 

Aku menyimpulkan bahwa Ibuki lah yang mencuri celana dalam dari tas Karuizawa dan menyembunyikannya di tas Ike.

~ Bersambung ~

Episode Lainnya

Other Series

Komentar

A-Z List cari anime berdasarkan abjad A-Z
Copyright © MarinSubs. All Rights Reserved

MarinSubs adalah tempat streaming/nonton Anime Subtitle Indonesia

Redesign by Kitagawa Marin 喜多川 海夢