-->
Loading...

iklan adsense

Volume 3 Chapter 4 Part 1 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia

Released on Agustus 30, 2021 · 0 Views · Posted by firsyardha · Series

Download Volume 3 Chapter 4 Part 1 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, Streaming Volume 3 Chapter 4 Part 1 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, jangan lupa untuk klik like dan bagikan. Series First Year Volume 3 selalu update di MarinSubs. Jangan lupa menonton Series terbaru lainnya.

Refresh Jika Loading Video Lebih Dari 1 Menit. Jika Video Error Hubungi Saya Atau Tuliskan di Komentar ...!!

CHAPTER 4
Pecahnya Perang Dalam Diam

PART 1

Aku pergi ke pantai untuk memeriksa keadaan Kelas C, dan melihat base camp mereka. Kemarin, tempat ini dipenuhi dengan suara heboh. Sekarang ini sudah menjadi kota hantu. 

“Oh wow, ini benar-benar mengejutkan! Aku tahu dia tidak normal, tapi aku tidak menyangka dia akan bertindak sejauh ini.” 

Aku mendengar suara-suara di belakangku, ketika dua orang lainnya tiba. 

“Apa kau datang ke sini untuk memata-matai juga, Ayanokouji?”

Itu adalah Ichinose dan Kanzaki dari Kelas B. Aku bertanya-tanya apakah mereka datang ke sini untuk melihat keadaan Kelas C juga. 

“Aku bertugas mencari makanan. Aku sedang mencari di sekitar hutan, dan berakhir di sini.” 

“Meskipun ini tengah hari, kupikir berkeliaran sendirian itu berbahaya.” 

Setelah mendengar peringatan lembut Ichinose, aku mengangguk setuju. Ketika mereka berdua bersembunyi di tempat teduh, mereka mengamati seperti apa keadaan Kelas C. Yah, mereka pasti punya alasan mengapa mereka bersembunyi. 

“Oh wow, tidak ada lagi orang di sekitar sini. Ini seperti yang kamu katakan, Kanzaki-kun. Sepertinya strategi mereka adalah mundur.” 

Ichinose menggaruk pipinya dan mendesah kecewa. 

“Kami pikir setidaknya kami bisa mencari tahu siapa pemimpin Kelas C itu. Apa ini sia-sia? Kalau mereka semua sudah mundur, kami tidak akan dapat menemukan petunjuk.” 

“Bukankah Kelas C sudah menggunakan semua poin mereka? Bahkan jika kita tahu siapa pemimpin mereka, bukankah itu berarti mereka tidak akan mendapat penalti?” 

“Mereka bilang bahwa poin kita tidak akan menjadi negatif selama semester kedua, jadi poin kita seharusnya tidak akan berada di bawah nol.” 

Ichinose mengerutkan bibirnya, terlihat bosan. Yang bisa kami lihat di bekas tempat perkemahan ini hanyalah ruang kosong yang besar. Satu-satunya yang tersisa adalah tenda yang disediakan sekolah. Ada beberapa siswa yang masih bermain-main di air, tetapi itu hanya masalah waktu sampai mereka semua pergi.

“Aku sebenarnya tidak ingin memuji strategi mereka dengan menghabiskan semua poin, tapi itu sangat menakjubkan.”

“Tidak peduli bagaimana aku melihatnya, sepertinya itu tidak akan berhasil. Ujian ini adalah tentang menimbun poin sebanyak-banyaknya. Ryuuen sudah kalah ketika dia tidak menyadari hal itu.” 

Ichinose dan Kanzaki, keduanya terlihat sedih saat mereka menatap pantai yang terbengkalai. 

“Jadi, mencoba mencari tahu siapa pemimpin mereka akan sangat sulit. Itu tidak mungkin. Mustahil!”

“Kupikir sebaiknya kita amati saja jalannya ujian ini dengan tenang, dan tetap pada rencana yang solid.” 

“Ya, ya. Strategi solid adalah yang terbaik.” 

Aku tidak tahu apakah mereka berdua berbohong atau mengatakan yang sebenarnya, tetapi mereka tidak menyembunyikan rencana mereka dariku sama sekali. Ichinose dan Kanzaki telah menyadari bahwa memata-matai Kelas C tidak ada artinya. Ini adalah kesempatan yang sempurna. Aku masih enggan untuk bertanya pada Hirata dan Kushida tentang Sakayanagi, tapi kedua orang itu kelihatannya tidak tahu banyak tentang masalah ini. Dan juga, sebisa mungkin aku tidak ingin siswa di Kelas D mengetahui gerakanku. 

“Aku baru-baru ini mendengar sedikit tentang ini, tapi apakah Katsuragi dan Sakayanagi di Kelas A membentuk kelompok yang berlawanan?” 

“Kabarnya sih mereka benar-benar tidak akur. Sepertinya mereka bertengkar hebat. Kenapa kamu menanyakannya?” 

“Oh, bukan apa-apa. Horikita cuma berpesan padaku. Dia bilang kalau aku punya waktu, pergilah dan cari tahu sesuatu. Dia bertanya-tanya apakah ini akan menjadi kesempatan kami untuk menggulingkan Kelas A. Yah, meskipun dikatakan mereka bertengkar hebat, aku membayangkan setidaknya mereka akan berkumpul bersama selama ujian.” 

“Yah, daripada berkumpul bersama, kupikir Sakayanagi-san cuma menanggapi ujian ini dengan santai. Itu sebabnya semua orang berpikir Katsuragi-kun adalah pemimpinnya. Iya, 'kan?”

Ichinose memiringkan kepalanya, mencari pendapat Kanzaki. Siapa yang mengira bahwa Sakayanagi akan absen?

“Katsuragi adalah laki-laki yang pintar. Tapi meskipun Sakayanagi tidak ada, mungkin tidak akan ada bawahan Sakayanagi yang berani melakukan perlawanan. Mereka mungkin tidak akan melakukan apa pun dengan sengaja untuk menyebabkan keretakan. Karena melakukan itu tidak akan ada manfaatnya.” 

Jika cerita itu memang benar, maka dua orang yang kutemui sebelumnya bertindak sesuai yang diperintahkan Katsuragi. 

“Ya. Sepertinya itu benar. Tapi bukankah para siswa yang bekerja di bawah perintah Sakayanagi-san benar-benar tidak senang? Maksudku, keduanya punya pola pikir yang sangat berlawanan. Aku membayangkan kalau pendapat mereka juga jelas akan berbeda.”

“Benar-benar bertolak belakang?”

“Liberal dan konservatif? Serangan dan pertahanan? Menganiaya dan melindungi? Hal-hal semacam itu. Itu sebabnya mereka sepertinya selalu bentrok satu sama lain. Menakutkan rasanya memikirkan Kelas A berperang habis-habisan dalam situasi seperti itu. Kalau mereka berhasil bersatu, Kelas A akan benar-benar menunjukkan kekuatan mereka yang sebenarnya.” 

“Begitu, ya. Yah, aku akan memberi tahu Horikita nanti. Ah ya ampun, dia menyuruhku untuk menyelidiki sendiri. Dia kebingungan saat bekerja dengan orang lain. Mmm... tolong berpura-puralah kau tidak mendengar bagian yang terakhir itu. Aku akan kerepotan kalau dia sampai marah padaku.” 

“Ha ha, jangan khawatir, kami akan merahasiakannya. Tapi harus kukatakan, Horikita ada benarnya. Misalkan dua orang benar-benar bertentangan dan sedang dalam konflik, tidak aneh kalau mereka akhirnya saling menghancurkan satu sama lain. Yah, lagipula kita tidak bisa melakukan apa pun pada tahap ini.” 

Kanzaki memeriksa jam tangannya untuk memastikan waktu, dan kemudian menyarankan kepada Ichinose agar mereka kembali. 

“Sudah waktunya bagiku untuk mencari makanan. Mereka akan marah kalau aku kembali dengan tangan kosong.” 

“Yah, mari kita berdua berhati-hati agar tidak terluka. Tolong jangan lakukan hal-hal yang ceroboh.”

Aku berterima kasih kepada Ichinose atas perhatiannya.

~ Bersambung ~

Episode Lainnya

Other Series

Komentar

A-Z List cari anime berdasarkan abjad A-Z
Copyright © MarinSubs. All Rights Reserved

MarinSubs adalah tempat streaming/nonton Anime Subtitle Indonesia

Redesign by Kitagawa Marin 喜多川 海夢