-->
Loading...

iklan adsense

Volume 3 Chapter 2 Part 1 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia

Released on Agustus 27, 2021 · 0 Views · Posted by firsyardha · Series

Download Volume 3 Chapter 2 Part 1 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, Streaming Volume 3 Chapter 2 Part 1 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, jangan lupa untuk klik like dan bagikan. Series First Year Volume 3 selalu update di MarinSubs. Jangan lupa menonton Series terbaru lainnya.

Refresh Jika Loading Video Lebih Dari 1 Menit. Jika Video Error Hubungi Saya Atau Tuliskan di Komentar ...!!

CHAPTER 2
Pergerakan Musuh

PART 1

Setelah absensi pagi, kami mulai menjelajah. Hirata memberikan peran untuk siswa yang lebih dapat diandalkan, memulai rencananya untuk menyelamatkan poin kami. Sementara itu, siswa yang kurang membantu dan lebih mandiri seperti Horikita dan aku bebas melakukan apa pun. 

“Apa-apaan sih, kalian?!”

Suara marah Ike menggelegar di seluruh perkemahan. Aku menoleh ke arahnya, dan melihat dua siswa laki-laki tersenyum lebar dan puas. Sekilas, ekspresi kesal terlintas di wajah Ibuki, tapi kemudian dia dengan cepat merunduk di balik tenda untuk menyembunyikan diri. 

“Komiya dan Kondou, ya?” 

Seperti Ibuki, aku mengenali orang-orang itu. Mereka dari Kelas C. 

“Wow, kalian siswa Kelas D benar-benar hidup hemat, ya? Seperti yang kuharapkan dari kelas cacat.”

Mereka membawa keripik kentang dan botol minum soda. Bukan air. Tapi soda. 

“Sepertinya kalian menjalani kehidupan yang mewah, Kelas C.” 

“Apa kau kenal Ryuuen?” tanya Ibuki. 

“Dia adalah siswa Kelas C. Aku sudah dengar berbagai rumor tentang dia. Kudengar, dia cukup gila.” 

“Tidak hanya ‘cukup’ gila. Semua yang dilakukan orang itu gila.” 

Ibuki terdengar kesal, seolah-olah dia sedang mendiskusikan musuh keluarga. 

“Mereka berdua adalah teman Ryuuen. Harus kukatakan mereka lebih seperti bawahannya.” 

Aku ingat saat mereka berdua bertarung dengan Sudou. Sepertinya mereka bertindak atas perintah Ryuuen, bukan hanya iseng-iseng mencari pertengkaran. 

“Apa yang kalian makan untuk sarapan? Rumput? Atau mungkin serangga? Nih, kukasih kalian keripik kentang.” 

Mereka mengambil sekantong keripik kentang dan melemparkannya ke dekat kaki Ike saat dia mendekat. Meskipun jelas bahwa mereka mencoba untuk memprovokasi, kami tidak bisa berbuat apapun selain kesal.

“Kami mendapat pesan dari Ryuuen-san. Kalau kalian ingin menikmati liburan musim panas secara maksimal, datanglah ke pantai sekarang juga. Jangan segan-segan. Kalau kalian muak hidup seperti orang idiot, maka kami dengan senang hati akan berbagi kemewahan.” 

Mereka tidak pergi, tetapi terus ngemil seolah mencoba melecehkan kami. Ike membentak mereka, tetapi mereka tampaknya tidak peduli. Provokasi terus berlanjut selama 10 menit, sampai kelompok Hirata kembali dan Kelas C memutuskan untuk berhenti. Mereka kembali menuju perkemahan mereka. 

“Kupikir mereka tidak sedang mencariku,” kata Ibuki. 

“Ya. Kurasa mereka cuma ingin melecehkan kami.” 

Selain kunjungan aneh mereka, kami memperoleh informasi berharga tentang Kelas C: mereka memiliki barang-barang mewah, makanan ringan dan soda dan sebagainya. Mereka telah menghambur-hamburkan poin. Dalam ujian seperti ini, di mana berhemat sangat penting, apa yang sebenarnya mereka pikirkan? 

“Mereka mengatakan sesuatu tentang berbagi kemewahan. Apa kau tahu apa yang sedang mereka bicarakan?” aku bertanya. 

“Aku ingin tahu apa semuanya akan mengarah ke skenario terburuk yang kubayangkan itu...” 

Ibuki tidak mengatakan apa-apa lagi, sebaliknya ia menuju ke sebuah pohon di dekat base camp. Skenario terburuk yang dia bayangkan, ya? Menceritakan ini ke Horikita sepertinya ide yang bagus. 

“Hei, Horikita, apa kau ada di dalam?”

Setelah sarapan, Horikita segera kembali ke tenda, dan aku tidak melihat tanda-tanda keberadaannya. Aku memanggilnya di depan tenda perempuan. Meskipun dia tidak menjawab, tenda sedikit bergetar, dan aku mendengar suara gesekan kain. Horikita perlahan melangkah keluar. 

“Apa kau dengar suara ribut-ribut tadi?” aku bertanya. 

“Provokasi murahan yang datang dari Kelas C? Ya, aku dengar.” 

“Aku sedikit khawatir. Aku ingin memeriksa situasinya. Mau ikut?” 

“Agak tidak biasa melihatmu mengambil inisiatif. Apa kamu baik-baik saja?”

Aku ingin sekali melemparkan kata-kata itu kembali ke wajahnya. 

“Yah, aku bebas selama seminggu. Tidak ada yang bisa dilakukan hari ini, jadi aku hanya ingin menghabiskan waktu.” 

“Aku tidak ingin terlalu banyak bergerak. Aku pemimpinnya, kalau aku terlalu mencolok, kita akan berada dalam bahaya.” 

“Itu memang risikonya.”

Bahkan jika seseorang tidak mengetahui identitas seorang pemimpin dengan pasti, mereka mungkin bisa menebak dengan benar jika mereka melihat perilaku yang mencurigakan. Semakin mencolok orang tersebut, semakin banyak perhatian yang akan ia tarik. 

“Aku mengerti perasaanmu, tapi kalau kau cuma diam di sini, situasinya mungkin tidak akan berubah, 'kan? Kau memperhatikan Ryuuen, dan kau bahkan mengamati Ichinose. Orang-orang akan ingat kalau kau adalah adiknya ketua OSIS. Tidak peduli apa yang kau lakukan, kau tetap akan menjadi target.” 

Bagaimanapun, penalti untuk tebakan yang salah adalah 50 poin. Ketika kami menunjuk seseorang sebagai pemimpin, kami bertaruh, dan tindakan pencegahan sangat diperlukan. 

“Kamu benar. Kukira aku tidak tahu mana yang benar. Baguslah. Aku agak penasaran tentang keadaan kelas-kelas lain. Ayo pergi.”

Horikita dan aku berangkat menuju ke pantai, tempat di mana Kelas C sedang menunggu. Langkah kakinya yang berat tampaknya mendustakan ketidakpeduliannya.

~ Bersambung ~

Episode Lainnya

Other Series

Komentar

A-Z List cari anime berdasarkan abjad A-Z
Copyright © MarinSubs. All Rights Reserved

MarinSubs adalah tempat streaming/nonton Anime Subtitle Indonesia

Redesign by Kitagawa Marin 喜多川 海夢