-->
Loading...

iklan adsense

Volume 2 Chapter 3 Part 2 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia

Released on Juli 31, 2021 · 0 Views · Posted by firsyardha · Series

Download Volume 2 Chapter 3 Part 2 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, Streaming Volume 2 Chapter 3 Part 2 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, jangan lupa untuk klik like dan bagikan. Series First Year Volume 2 selalu update di MarinSubs. Jangan lupa menonton Series terbaru lainnya.

Refresh Jika Loading Video Lebih Dari 1 Menit. Jika Video Error Hubungi Saya Atau Tuliskan di Komentar ...!!
CHAPTER 3
Saksi Mata yang Tak Terduga

PART 2

"Panas." 

Sekolah kami tidak berganti seragam berdasarkan musim, jadi kami harus memakai blazer sepanjang tahun. Alasannya sederhana: setiap gedung dilengkapi dengan sistem pemanas dan pendingin. Panas hanya menjadi masalah saat berangkat dan pulang sekolah. Perjalanan pagi. Keringat sudah mulai bercucuran di punggungku dalam beberapa menit setelah berangkat dari asrama ke sekolah. 

Aku pun memasuki gedung untuk berlindung dari panas, di mana udara sejuk menyambutku. Ini pasti berat bagi para siswa yang berolahraga di pagi hari. Para siswa laki-laki itu dan semua gadis berkumpul di sekitar sumber udara sejuk di kelas. Dari perspektif lain, mereka terlihat seperti serangga yang melayang-layang di sekitar bola lampu. Mungkin itu adalah perumpamaan yang buruk. 

"Selamat pagi, Ayanokouji-kun." 

Hirata memanggilku, ekspresinya ramah seperti biasanya. Bau wangi bunga yang harum nan segar selalu terpancar dari dirinya. Jika aku seorang gadis, aku mungkin akan berteriak, "Peluk aku!" 

“Kushida-san memberitahuku tentang itu kemarin. Dia bilang kalau kalian menemukan seorang saksi. Sakura-san.” 

Hirata melihat ke kursi Sakura. Dia belum datang. 

"Apa kau akan berbicara dengan Sakura?" aku bertanya. 

"Aku? Tidak. Aku hanya akan menyapanya, itu saja. Aku ingin berbicara dengannya karena dia selalu sendirian, tapi sebagai laki-laki aku tidak ingin dianggap memaksa atau semacamnya. Dan juga, kalau aku meminta Karuizawa-san untuk berbicara dengannya, itu mungkin akan menyebabkan beberapa masalah." 

Percakapan antara Karuizawa yang super tegas dan Sakura sulit untuk dibayangkan. 

“Kupikir untuk saat ini, kita hanya perlu menunggu informasi lebih lanjut dari Kushida-san.” 

“Kedengarannya bagus, tapi kenapa kau mengatakannya padaku? Lebih baik kau membicarakannya dengan Ike atau Yamauchi,” kataku.

Tidak ada alasan baginya untuk memberitahuku semua ini. Aku bukan bagian dari tim. 

"Tidak ada alasan tertentu. Kukira itu karena kamu memiliki koneksi dengan Horikita-san. Dia tidak berbicara dengan siapa pun kecuali kamu, jadi kupikir kamu bisa meneruskan info ini kepadanya." 

"Begitu, ya." 

Apa itu satu-satunya bidang keahlianku? Hirata tersenyum, setuju. Jika aku seorang gadis, aku akan melesat dari level 0 sampai 100, dan hatiku akan melambung tinggi. 

"Oh, itu mengingatkanku. Kalau kamu ada waktu luang, kita harus hang out kapan-kapan. Bagaimana menurutmu?" 

Oi, oi, jangan bilang kalau kau tidak puas dengan perempuan dan ingin membuat jantungku berdebar. Jika aku, seorang pertapa yang terkenal, menerima ajakan pahlawan tanpa pertimbangan, itu akan menjadi masalah besar. 

"Tentu. Boleh-boleh saja, kurasa."

Ahh, aku mengatakan kebalikan dari apa yang kupikirkan. Dasar mulut sialan. Aku tidak terlalu mengharapkan ajakan Hirata untuk nongkrong atau semacamnya. Ya itu benar. Inilah yang salah dengan orang Jepang: kami tidak bisa berkata 'tidak', jadi kami harus menjawabnya dengan jalan memutar saat diundang keluar. 

"Maafkan aku. Apa kamu benar-benar tidak mau?" Hirata merasakan kegelisahanku. 

“Tidak, tidak, aku akan pergi. Tentu aku mau,” jawabku, merasa sedikit jijik dengan diriku sendiri. Aku mencoba untuk bertindak seperti pria yang sombong, tetapi sebenarnya aku memang ingin pergi. 

"Apa kamu keberatan kalau pacarku juga ikut?" 

"Hm? Oh, Karuizawa-san? Tentu saja, aku tidak keberatan sama sekali." 

Responku sangat cepat. Yah, ada berbagai macam "tipe" pasangan. Karena mereka masih memanggil satu sama lain dengan nama keluarga mereka, mereka mungkin belum sedekat itu. Aku dengan enggan meninggalkan Hirata, dan mengutak-atik ponselku sambil menunggu sesi bimbingan wali kelas dimulai. Kemudian, kuperhatikan bahwa Sakura sudah datang dan duduk di kursinya. 

Dia tidak melakukan apa-apa. Dia hanya duduk di mejanya, menghabiskan waktu. Aku penasaran siswa macam apa Sakura itu. Dalam 3 bulan aku berada di sekolah ini, aku tidak tahu apa-apa tentang dia selain nama keluarganya. Mungkin juga bukan hanya aku. Siswa lain di kelas mungkin juga tidak tahu.

Kushida dan Hirata proaktif dan mampu membuka diri terhadap siapa saja. Horikita tidak merasakan penderitaan dari sebuah kesendirian. Lalu bagaimana dengan Sakura? Apakah dia suka menyendiri, seperti Horikita? Atau apakah dia menderita karena dia tidak tahu bagaimana berhubungan dengan orang-orang, seperti aku? Itu adalah misteri yang akan diungkap oleh Kushida untuk kami.

~ Bersambung ~

Episode Lainnya

Other Series

Komentar

A-Z List cari anime berdasarkan abjad A-Z
Copyright © MarinSubs. All Rights Reserved

MarinSubs adalah tempat streaming/nonton Anime Subtitle Indonesia

Redesign by Kitagawa Marin 喜多川 海夢