-->
Loading...

iklan adsense

Volume 1 Chapter 8 Part 3 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia

Released on Juni 04, 2021 · 0 Views · Posted by firsyardha · Series

Download Volume 1 Chapter 8 Part 3 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, Streaming Volume 1 Chapter 8 Part 3 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, jangan lupa untuk klik like dan bagikan. Series First Year Volume 1 selalu update di MarinSubs. Jangan lupa menonton Series terbaru lainnya.

Refresh Jika Loading Video Lebih Dari 1 Menit. Jika Video Error Hubungi Saya Atau Tuliskan di Komentar ...!!
CHAPTER 8
Kelompok Gagal 'Usaha Ke-2'

PART 3

Kami membubarkan kelompok 10 menit sebelum istirahat makan siang kami berakhir. Kami berkemas dan menuju ruang guru. Kami perlu mengkonfirmasi dengan pasti tentang materi apa yang akan diujikan dalam ujian.

"Chabashira-sensei, kami punya pertanyaan yang mendesak." 

"Benar-benar cara masuk yang cukup mencolok. Kalian mengejutkan guru-guru lain," kata Chabashira. 

"Saya benar-benar minta maaf atas gangguan yang tiba-tiba ini."

"Tidak apa-apa. Kami sedang berada di tengah-tengah rapat, jadi tolong dipersingkat." kata Chabashira-sensei sambil terus menulis di buku catatannya. 

"Chabashira-sensei, minggu lalu ketika sensei memberi tahu kami tentang materi apa saja yang akan keluar di ujian, apakah sensei membuat kesalahan? Beberapa saat yang lalu, beberapa siswa Kelas C memberi tahu kami bahwa materi yang akan keluar di ujian akan berbeda dari yang kami harapkan." 

Chabashira-sensei mendengarkan dalam keheningan total dan bahkan tidak mengedipkan matanya saat Horikita berbicara. Kemudian, dia meletakkan penanya. 

"Benar sekali. Materi yang akan keluar di ujian sudah diubah hari Jumat lalu. Maaf, aku pasti lupa memberitahu kalian."

"Apa?!" 

Dia menulis sesuatu di halaman buku catatannya, menyobeknya, dan menyerahkannya pada Horikita. Dia menuliskan nomor halaman buku pelajaran yang mengacu pada materi yang sudah kita bahas di kelas. Sebagian besar materi baru berasal dari pelajaran kelas sebelum kami memulai kelompok belajar, soal-soal yang Sudou dan yang lainnya belum pelajari. 

"Terima kasih, Horikita, aku bisa memperbaiki kesalahanku. Aku berterima kasih kepada kalian semua. Itu saja. Terima kasih." 

"Tunggu sebentar, Sae-chan-sensei! Bukankah sudah terlambat untuk ini?"

"Aku rasa tidak. Kalian masih punya 1 minggu. Jika kalian menggunakan waktu belajar itu dengan bijak, semuanya pasti akan berjalan dengan mudah. Benarkan?" 

Chabashira-sensei mencoba mengusir kami keluar dari ruang guru tanpa ragu sedikit pun. Namun, tidak ada dari kami yang beranjak pergi.

"Bahkan jika kalian tetap disini, tidak ada yang akan berubah. Kalian mengerti itu, 'kan?" Chabashira bertanya. 

"Ayo pergi." 

"T-tapi, Horikita-chan! Kita tidak bisa menerima ini begitu saja!"

"Seperti yang Chabashira-sensei katakan, tetap disini hanya akan membuang-buang waktu. Sebaiknya, kita harus mulai mempelajari materi ujian yang direvisi."

"Tapi!" 

Horikita berbalik dan meninggalkan ruang guru, Sudou dan yang lain dengan enggan mengikutinya. Chabashira-sensei bahkan tidak melirik kami saat kami pergi. Aku pikir dia akan meminta maaf karena membuat kesalahan seperti itu, tapi dia tidak melakukannya. Jika ada, aku pikir beberapa guru lain mungkin bereaksi terhadap kejadian ini. 

Terlepas dari kenyataan bahwa ini adalah kesalahan yang cukup serius dari seorang guru wali kelas, tidak ada guru lain yang peduli. Hoshinomiya-sensei duduk di dekatnya. Mata kami bertemu. Dia tersenyum kecil dan melambai Halo. Yah, senyumnya itu loh sesuatu banget. Namun, aku tidak habis pikir, bagaimana bisa seorang guru lupa memberi tahu muridnya tentang materi yang akan diujikan dalam ujian. 

Ketika aku melangkah menuju koridor, bel masuk kelas berbunyi. 

"Kushida-san. Aku punya sedikit permintaan padamu," kata Horikita

"Hm? Apa itu?" 

"Aku ingin kamu memberi tahu seluruh Kelas D tentang perubahan materi ujian." 

Setelah mengatakan itu, aku menyerahkan kertas pemberian Chabashira-sensei padanya yang bertuliskan nomor halaman buku pelajaran. 

"Aku sih nggak masalah, tapi ... apa tidak apa-apa kalau aku yang melakukannya?" 

"Kamu adalah kandidat terbaik yang kami miliki. Tidak diragukan lagi. Selain itu, kita tidak akan bisa menjawab soal ujian jika kita tidak tahu materi apa yang akan diujikan."

"Baiklah aku mengerti. Serahkan padaku. Aku akan memberi tahu Hirata-kun dan yang lainnya." 

"Aku akan bersiap untuk besok. Pada saat itu, aku pasti sudah selesai merangkum semua materi yang kita butuhkan."

Horikita berusaha keras untuk terlihat tenang, tapi aku bisa merasakan kecemasannya. Waktu yang kami habiskan untuk belajar telah terbuang sia-sia, dan kami kembali ke titik awal. Ditambah lagi, kami sekarang hanya punya waktu 1 minggu lagi. 

Namun, perhatian terbesar kami adalah menjaga agar Trio Idiot tetap termotivasi. 

"Horikita. Aku tahu aku merepotkanmu, tapi aku mengandalkanmu." Sudou membungkuk pada Horikita saat dia mengucapkan kata-kata itu. "Mulai besok ... aku akan mengambil izin dari aktivitas klub. Apa itu akan berhasil?" 

"Itu ..." 

Menimbang bahwa kami hanya memiliki 1 minggu lagi dan waktu sangatlah penting, itu adalah keputusan yang masuk akal. Namun, tawaran itu sangat mengejutkan Horikita karena dia tidak bisa langsung menerima. 

"Apa kamu yakin? Kamu nanti harus berjuang mengejar ketertinggalanmu dari anggota lain di klub basket, lho." 

"Belajar juga perlu perjuangan, 'kan?" sambil menyeringai, Sudou menepuk bahu Horikita. 

"Sudou-kun, apa kamu serius?" Horikita bertanya. 

"Ya. Aku serius, aku kesal dengan guru wali kelas kita dan juga orang-orang brengsek dari Kelas C itu."

Kau bisa menyebut ini sebagai berkah tersembunyi. Setelah dihina oleh siswa dari kelas lain, Sudou akhirnya mengembangkan sikap positif tentang belajar. Dia mungkin menyadari jika dia tidak melakukan yang terbaik, dia tidak akan bisa lulus ujian. Keputusannya menginspirasi Ike dan Yamauchi. 

"Kurasa kami tidak punya pilihan. Kami juga akan berusaha lebih keras," kata Ike. 

"Aku mengerti. Jika kalian siap, maka kita bisa bekerja sama. Selain itu, Sudou-kun …" Horikita dengan dingin melepaskan tangan Sudou dari bahunya. "Tolong jangan sentuh aku. Jika kamu melakukannya lagi, aku tidak akan menunjukkan belas kasihan kepadamu."

"Kau ini cewek yang nggak ada imut-imutnya sama sekali ya ..." 

"Kita pasti bisa melakukan ini!" 

"Ya! Aku juga!" 

Kushida, yang juga tampak termotivasi, mengepalkan tinjunya. "Ayolah, Ayanokouji-kun. Kamu juga harus bersemangat!" kata dia. 

"Hah? Tidak, aku—"

"Jangan bilang kalau kamu sudah menyerah untuk belajar?"

"Mungkin begitu." 

"Kamu berjanji akan bekerja sama denganku. Apa kamu lupa?" tanya Horikita sambil memelototiku. 

"Aku bukan pengajar yang baik. Orang-orang memiliki kelebihan dan kelemahan yang berbeda-beda, 'kan?"

Sejujurnya, Horikita dan Kushida adalah pengajar yang lebih baik daripada aku. Aku tidak menganggap diriku benar-benar mampu mengajari orang lain. 

"Nilai ujianmu tidak seburuk itu, 'kan?"

"Tidak banyak waktu yang tersisa, jadi mungkin lebih efektif jika Horikita dan Kushida bekerja sama untuk mengajar ketiganya daripada mengajar satu-satu. Dan juga, ada hal lain yang menggangguku."

"Hal yang mengganggumu?"

Kejadian yang terjadi di ruang guru terlalu serius bagiku, aku tidak bisa mengabaikannya begitu saja.

~ Bersambung ~

Episode Lainnya

Other Series

Komentar

A-Z List cari anime berdasarkan abjad A-Z
Copyright © MarinSubs. All Rights Reserved

MarinSubs adalah tempat streaming/nonton Anime Subtitle Indonesia

Redesign by Kitagawa Marin 喜多川 海夢