“Jadi, mereka tidak terlalu membatasi penggunaan listrik atau gas, ya?”
Aku kira sekolah akan memotong biaya dari poin kami selama tinggal di asrama, tapi tidak. Sekolah ini benar-benar berusaha keras untuk menerapkan sistem yang sempurna bagi siswanya. Namun, aku sedikit terkejut bahwa mereka menerapkan konsep asrama campuran. Bagaimanapun, ini adalah SMA, jadi peraturan menyatakan bahwa hubungan romantis yang berlebihan tidak diperbolehkan di sini. Singkatnya, hubungan seks dilarang keras… tentu saja.
Aku secara pribadi meragukan bahwa siswa yang dimanjakan dengan lingkungan seperti ini dapat berkembang menjadi orang dewasa yang baik dan terhormat. Karena itu, para siswa sebaiknya memanfaatkan situasi ini dengan bijaksana. Kamarku lebarnya sekitar delapan tikar tatami. Dan juga, meskipun ini adalah asrama, ini adalah kali pertama aku tinggal sendiri. Koneksi dengan dunia luar akan terputus mulai dari sekarang sampai aku lulus. Mempertimbangkan situasiku, aku tanpa sengaja tersenyum.
Sekolah ini membanggakan fakta bahwa lulusannya selalu mendapat pekerjaan yang layak. Fasilitasnya sangat lengkap dan layanannya pun sangat memuaskan. Hal itulah yang membuat sekolah ini disebut-sebut sebagai SMA terbaik di Jepang. Aku sebenarnya tidak terlalu peduli dengan hal-hal semacam itu. Namun, aku memilih sekolah ini karena suatu alasan tertentu.
Di SMA ini, orang luar tidak diizinkan untuk menghubungi siswa tanpa izin sekolah, meskipun mereka adalah teman atau keluarga dekat. Aku sangat menghargai itu. Aku bebas. Dalam bahasa Inggris, mereka menyebutnya, "freedom." Di Prancis, mereka menyebutnya, "liberté."
Bukankah kebebasan itu hal yang luar biasa? Ketika aku ingin makan sesuatu, aku bisa langsung membelinya. Aku hampir merasa tidak ingin lulus dari sini. Sebelum diterima, jujur aku tidak terlalu memikirkan apakah aku akan lulus atau gagal. Tapi perasaanku yang sebenarnya akhirnya muncul. Aku senang bisa diterima di sini.
Tidak akan ada yang mengawasiku atau memerintahku lagi mulai sekarang. Aku bisa memulainya lagi. Sebuah hidup baru. Aku memutuskan untuk menikmati waktuku di sekolah ini, tanpa menarik perhatian yang berlebihan. Walaupun masih memakai seragam, aku melemparkan tubuhku ke tempat tidur yang sudah tertata rapi. Namun, aku belum merasa lelah. Aku sangat bersemangat dengan kehidupan baruku sehingga aku tidak bisa tenang. Mataku tetap terbuka lebar.
~ Bersambung ~
Komentar
Posting Komentar