-->
Loading...

iklan adsense

Volume 1 Chapter 2 Intro “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia

Released on Mei 19, 2021 · 0 Views · Posted by firsyardha · Series

Download Volume 1 Chapter 2 Intro “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, Streaming Volume 1 Chapter 2 Intro “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, jangan lupa untuk klik like dan bagikan. Series First Year Volume 1 selalu update di MarinSubs. Jangan lupa menonton Series terbaru lainnya.

Refresh Jika Loading Video Lebih Dari 1 Menit. Jika Video Error Hubungi Saya Atau Tuliskan di Komentar ...!!
CHAPTER 2
Para Siswa Kelas D

INTRO

Pada hari kedua kami di sekolah—yah, secara teknis ini adalah hari pertama kami belajar di kelas—kami menghabiskan sebagian besar waktu kami dengan mendengarkan pelajaran yang dijelaskan oleh guru. Ternyata, banyak siswa yang cukup terkejut, tentang sikap para guru yang sangat bersahabat dan ramah. Sudou sudah membuat dirinya menjadi tontonan kelas karena dia selalu tidur selama pelajaran berlangsung. Aku pikir para guru akan menegurnya, tetapi mereka justru membiarkannya. Bagaimanapun, itu juga terserah siswa apakah mereka ingin mengikuti pelajaran di kelas atau tidak. Aku bertanya-tanya apakah ini salah satu metode yang diterapkan oleh sekolah, rasanya ini tidak benar membiarkan seorang murid tidur saat pelajaran berlangsung. 

Aku merasakan suasana santai, dan segera tibalah waktu makan siang. Para siswa berdiri dan pergi dengan teman baru mereka, menghilang dari pandanganku. Aku merasa sedikit iri ketika aku melihat mereka. Sayangnya, aku masih belum berhasil berteman dengan seorang pun di kelas. 

“Menyedihkan sekali.” 

Hanya satu orang yang memperhatikan perasaanku, dan dia justru mengejekku. 

"Apa? Apanya yang menyedihkan?" Aku bertanya. 

"'Aku ingin seseorang mengajakku makan siang bersama. Aku ingin makan siang dengan seseorang!' Itulah yang kamu pikirkan, bukan?" kata Horikita. 

“Tapi kau juga sendirian, kan? Bukankah kau memikirkan hal yang sama? Atau apakah kau berniat menghabiskan tiga tahun di sekolah ini tanpa membuat satu pun teman?” 

"Benar sekali. Aku lebih suka sendirian,” dia menjawabnya dengan cepat, tanpa keraguan. Sepertinya dia jujur. “Kenapa kamu tidak berhenti saja mengkhawatirkan aku dan coba pikirkan dirimu sendiri?” 

“Yah, aku…”

Aku jelas tidak menyatakan niatku untuk bersosialisasi. Jujur, di tingkat tertentu, aku mungkin tidak dapat berteman, dan itu akan menjadi masalah untuk masa depanku. Aku kemungkinan besar akan sendirian lagi, dan itu akan membuatku menonjol. Itu bisa membuatku menjadi sasaran bullying.

Kurang dari satu menit setelah bel akhir kelas berbunyi, sekitar setengah dari siswa telah menghilang. Mereka yang tetap di kelas ada yang diam-diam ingin pergi (sepertiku), ada yang belum terbiasa dengan lingkungan kelas yang baru, dan ada yang lebih suka sendirian, seperti Horikita.

“Teman-teman, aku sedang berpikir untuk pergi ke kantin. Ada yang mau ikut denganku?" Hirata mengatakan itu sambil berdiri dari tempat duduknya. Dia sungguh siswa yang baik. Aku salut dengannya. Aku memang sudah menunggu datangnya kesempatan seperti ini. Ya, Hirata, aku akan ikut denganmu. Aku perlahan mencoba mengangkat tanganku, dan…

"Aku ingin ikut!"

"Aku juga! Aku juga!" 

Gadis-gadis berkumpul di sekitar Hirata satu demi satu, perlahan aku menurunkan tanganku. Mengapa gadis-gadis itu harus menerima tawarannya? Padahal ini bisa jadi kesempatanku untuk berteman dengan Hirata! Kalian tidak perlu ikut makan siang dengannya hanya karena dia cukup tampan! 

"Sungguh tragis." 

Perkataan Horikita terasa seperti cemoohan untukku. 

“Jangan mengatakannya seolah-olah kau tahu semua yang aku pikirkan,” kataku. 

“Apakah masih ada lagi yang ingin ikut?” 

Hirata melihat sekeliling ruangan, mungkin dia merasa sedikit kesepian karena tidak ada anak laki-laki lain yang bergabung dengannya. Hirata mengamati ruang kelas, dan matanya menatapku. Disini! Lihat aku, Hirata! Ada seseorang di sini yang ingin ikut denganmu! Hirata tidak mengalihkan pandangannya, seperti yang aku harapkan dari seseorang yang peduli dengan teman-teman sekelasnya! Dia mengerti maksudku! 

“Hei, Ayano—” 

Hirata mulai memanggil namaku, tapi dalam sekejap— 

"Ayolah. Cepatlah, Hirata-kun!” 

Seorang gadis tipe fashionista menempel di lengan Hirata. Ah… Gadis-gadis itu mencuri perhatian Hirata. Mereka meninggalkan kelas bersama-sama, semua terlihat senang. Aku tetap sendirian dengan tangan terulur. Agak malu, aku mencoba memainkannya dengan berpura-pura menggaruk kepalaku.

"Baiklah kalau begitu." 

Horikita mengatakan itu sambil menatapku kasihan sebelum keluar dari kelas, meninggalkanku sendiri. 

"Itu tidak ada gunanya." 

Perlahan, aku bangkit dari kursiku dan memutuskan untuk pergi ke kantin seorang diri. Jika aku merasa tidak nyaman makan di kantin, aku mungkin hanya akan membeli beberapa makanan dari toko serba ada. 

“Kamu Ayanokouji-kun, kan?” 

Belum lama aku meninggalkan ruang kelas, seorang gadis cantik tiba-tiba memanggil namaku. Dia adalah Kushida, salah satu teman sekelasku. Ini adalah pertama kalinya dia mengajakku berbicara, dan itu menyebabkan jantungku mulai berdebar-debar seperti sebuah palu yang dipukul terus menerus. Dia memiliki rambut pendek, lurus, berwarna coklat yang hampir menyentuh bahunya. Aku tahu, sekolah baru-baru ini menyetujui panjang rok yang agak pendek. Aku rasa seragam yang dia pakai adalah salah satu jenis seragam terbaru. 

Dia sedang memegang sesuatu di tangannya. Aku tidak tahu apakah itu kantong atau dompet. 

"Aku Kushida, dari kelas yang sama denganmu. Apakah kamu ingat aku?" dia bertanya. 

“Ya, aku ingat. Apakah kau butuh sesuatu?" 

"Sejujurnya, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu. Hanya satu pertanyaan sepele. Ayanokouji-kun, apakah kamu akrab dengan Horikita-san?” 

"Aku tidak bisa mengatakan kalau kami akrab. Hanya kenalan biasa, aku rasa. Apakah dia melakukan sesuatu?” 

Sepertinya urusannya adalah dengan Horikita bukan denganku, itu membuatku sedikit kecewa. 

"Oh tidak. Nah, apakah kamu ingat ketika aku mengatakan aku ingin bergaul dengan semua orang di kelas? Itulah mengapa aku ingin nomor kontak semua orang. Tapi… Horikita-san menolakku."

Ugh. Horikita sangat tidak peka. Jika seorang gadis yang ramah ingin bertukar kontak denganmu, alangkah baiknya jika kau menyetujuinya dan memberinya nomor kontakmu, ini adalah momen yang langka. Jika itu terjadi padaku, aku mungkin bisa mengenal semua orang di kelas dalam waktu singkat.

“Bukankah kalian berdua pernah berbicara dengan akrab di luar sekolah pada saat hari upacara penerimaan?" 

Mengingat kami semua menaiki bus yang sama, tidak mengherankan pada saat itu dia melihat pertemuanku dengan Horikita. 

"Aku hanya ingin tahu orang seperti apa Horikita-san itu," Kushida melanjutkan. “Apakah dia tipe orang yang akan banyak bicara saat bersama seorang teman?” 

Dia sepertinya menginginkan informasi tentang Horikita, tetapi aku tidak bisa memberi jawaban apapun. 

"Menurutku dia tidak pandai berinteraksi dengan orang lain. Ngomong-ngomong, kenapa kau sangat tertarik dengan Horikita?" 

“Yah, selama perkenalan diri, Horikita-san keluar dari kelas, kan? Sepertinya dia belum berbicara dengan siapa pun, jadi aku sedikit mengkhawatirkannya." 

Kushida mengatakan bahwa dia ingin bergaul dengan semua orang saat dia memperkenalkan dirinya. 

“Aku mengerti apa maksudmu, tapi aku baru saja bertemu dengannya kemarin. Aku belum bisa membantumu." 

“Hmm. Begitu ya. Aku pikir kalian berdua adalah teman lama sebelum bersekolah di sini. Maaf telah menanyakan pertanyaan aneh seperti itu." 

“Oh, tidak, tidak apa-apa. Ngomong-ngomong, bagaimana kau tahu namaku?” 

"Bagaimana? Kamu memperkenalkan dirimu beberapa hari yang lalu, bukan? Aku ingat." 

Kushida mendengarkan perkenalan diriku yang gagal itu. Entah kenapa, itu membuatku sangat senang. 

“Yah, senang bertemu lagi denganmu, Ayanokouji-kun,” katanya. 

Meskipun aku sedikit bingung dengan tangannya yang terulur, aku menyeka telapak tanganku di celanaku dan berjabat tangan dengannya. 

"Ya, senang bertemu denganmu," kataku. 

Hari ini mungkin hari keberuntunganku. Meskipun ada beberapa momen yang memalukan, beberapa hal berjalan dengan baik. Karena manusia adalah makhluk yang menyukai kenyamanan, hal-hal positif seperti ini dapat dengan cepat mengalahkan kenangan buruk.

~ Bersambung ~

Episode Lainnya

Other Series

Komentar

A-Z List cari anime berdasarkan abjad A-Z
Copyright © MarinSubs. All Rights Reserved

MarinSubs adalah tempat streaming/nonton Anime Subtitle Indonesia

Redesign by Kitagawa Marin 喜多川 海夢