-->
Loading...

iklan adsense

Volume 1 Chapter 7 Part 1 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia

Released on Mei 28, 2021 · 0 Views · Posted by firsyardha · Series

Download Volume 1 Chapter 7 Part 1 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, Streaming Volume 1 Chapter 7 Part 1 “Classroom of the Elite” Light Novel Bahasa Indonesia, jangan lupa untuk klik like dan bagikan. Series First Year Volume 1 selalu update di MarinSubs. Jangan lupa menonton Series terbaru lainnya.

Refresh Jika Loading Video Lebih Dari 1 Menit. Jika Video Error Hubungi Saya Atau Tuliskan di Komentar ...!!
CHAPTER 7
Kelompok Gagal

PART 1

"Apa kamu ada waktu? Mau makan siang bersamaku?"

Saat istirahat, Horikita mendatangiku dan mengajakku makan siang bersama. 

"Tumben kau mengajakku makan siang bersama. Aku jadi gugup." 

"Kamu tidak perlu gugup. Aku akan mentraktirmu paket makanan sayur, jika itu tidak masalah untukmu." 

"Tunggu, bukankah itu makanan gratis?"

"Aku bercanda. Kamu boleh pesan makanan apa saja, aku yang akan membayar semuanya." 

"Sekarang aku benar-benar takut. Apa kau punya maksud tersembunyi?"

Ajakan dari Horikita cukup mencurigakan. Akupun menjadi sedikit ragu. 

"Jika orang tidak bisa menerima kebaikan dengan ikhlas, maka umat manusia akan punah, bukan?" dia bertanya. 

"Yah, kurasa begitu, tapi ..." 

Karena tidak punya rencana lain, akupun memutuskan untuk mengikuti Horikita ke kantin, aku memesan salah satu paket makanan spesial yang paling mahal. Setelah itu, kami pun duduk. 

"Baiklah, selamat makan." kata dia. Horikita menatapku dengan saksama, seolah-olah menungguku untuk makan duluan. 

"Ada apa, Ayanokouji-kun? Apa kamu tidak akan makan?" 

"Oh."

Pasti ada maksud tersembunyi, tidak diragukan lagi. Meskipun demikian, aku tidak bisa hanya duduk diam di sini dan tidak makan. Membiarkan makanan menjadi dingin akan sia-sia. Aku dengan ragu-ragu menggigit kroketku. 

"Aku tahu ini agak mendadak, tapi aku ingin membicarakan sesuatu denganmu." 

"Aku punya firasat buruk tentang hal ini…" 

Saat aku bersiap untuk melarikan diri, dia meraih tanganku. "Ayanokouji-kun, aku akan bertanya sekali lagi. Maukah kamu mendengarkanku?"

"Ugh…"

"Sejak Chabashira-sensei memberi kita peringatan, siswa yang datang terlambat atau berbicara di kelas menjadi berkurang. Tidak berlebihan jika aku mengatakan bahwa beberapa masalah di kelas kita sudah teratasi." 

"Ya itu benar. Lagipula, dua masalah itu bukanlah hal yang terlalu sulit untuk diatasi." 

Namun, tidak ada jaminan kalau semuanya akan terus berlanjut seperti ini, tapi setidaknya beberapa hari terakhir ini jauh lebih baik dari sebelumnya. 

"Langkah selanjutnya adalah meningkatkan peluang kita untuk mencetak nilai ujian yang tinggi di UTS. Hirata-kun bahkan sudah mulai mengambil tindakan untuk mencapai tujuan itu."

"Kelompok belajar, ya? Yah, aku kira membentuk kelompok belajar memang bisa membantu. Hanya saja…" 

"Hanya saja.. apa? Sepertinya kamu memikirkan sesuatu. Apa ada yang salah?" 

"Tidak ada. Jangan khawatirkan itu. Tidak biasanya kau begitu mengkhawatirkan orang lain, apa kau tidak khawatir dengan dirimu sendiri?" 

"Aku tidak bisa membayangkan diriku gagal dalam ujian. Tapi, memang benar kalau ada beberapa siswa yang mungkin akan gagal." 

"Sudou dan yang lainnya, maksudmu? Seperti biasa, kau memang kejam."

"Aku hanya mengatakan yang sebenarnya."

Karena siswa tidak bisa meninggalkan lingkungan sekolah, menghubungi pihak luar, atau bahkan menghadiri les, satu-satunya pilihan mereka adalah saling membantu satu sama lain. 

"Aku lega karena Hirata-kun membentuk kelompok belajar. Tapi, Sudou-kun, Ike-kun, dan Yamauchi-kun tidak bergabung, bukan? Itu membuatku khawatir," Kata Horikita. 

"Oh, mereka bertiga. Aku tidak akan mengatakan bahwa mereka adalah musuh Hirata, tapi mereka tidak berhubungan baik dengannya. Mereka tidak akan bergabung."

"Jadi, dengan kata lain, masih ada kemungkinan besar bahwa ketiganya akan gagal. Untuk mencapai Kelas A, kita perlu menghindari kerugian dan membangun evaluasi positif, benar kan? Jadi, aku pikir satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membantu mereka agar mendapat nilai ujian yang tinggi." 

Aku rasa wajar saja jika seorang siswa mengharapkan nilai mereka mencerminkan seberapa besar upaya yang mereka lakukan dalam ujian.

"Bagaimana jika kau juga membuat kelompok belajar seperti Hirata, khusus untuk membantu Sudou dan Ike?" aku bertanya. 

"Tentu. Aku tidak akan keberatan dengan itu. Kamu mungkin berpikir itu mengejutkan, bukan?"

"Yah, semua tingkah lakumu sampai sekarang memang sudah mengejutkan." 

Namun, aku sebenarnya tidak terkejut. Horikita melakukan ini semua hanya untuk keuntungannya sendiri. Secara pribadi, aku tidak pernah berpikir bahwa Horikita adalah orang yang sedingin itu. 

"Yah, aku mengerti kalau kau ingin naik ke Kelas A. Tapi, aku tidak pernah menyangka kalau kau akan memilih metode biasa seperti 'mengajari mereka'. Biasanya, siswa yang gagal cenderung tidak suka belajar. Selain itu, kau selalu menjaga jarak dari siswa lain sejak hari pertama, kan? Aku ragu seseorang yang menganggap 'teman itu tidak perlu' akan dapat mengumpulkan orang lain dengan mudah." 

"Itu sebabnya aku meminta tolong padamu. Untungnya, kamu sudah akrab dengan mereka, kan?"

"Hah? Hei tunggu. Kau tidak bermaksud..." 

"Akan lebih cepat jika kamu mencoba meyakinkan mereka. Ini seharusnya tidak menjadi masalah; mereka menganggapmu seorang teman yang baik, bukan? Bawa mereka ke perpustakaan, dan aku akan mengajari mereka."

"Ini gila. Apa kau benar-benar berpikir kalau orang sepertiku yang berusaha untuk menjalani kehidupan yang tenang dan tidak berbahaya, akan mampu melakukan sesuatu yang membutuhkan keterampilan sosial yang sebenarnya?" 

"Ini bukan soal mampu atau tidak mampu. Lakukan saja," katanya. 

Memangnya aku ini anjing peliharaannya? 

"Terserah kalau kau ingin membidik Kelas A, tapi jangan libatkan aku."

"Kamu sudah makan makanan yang aku traktir untukmu, kan? Makan siang. Paket makanan spesial. Makanan yang enak dan lezat." 

"Aku hanya menerima niat baik dari seorang manusia." 

"Sayangnya, itu bukan niat baik. Aku memiliki maksud tersembunyi."

"Maaf, aku tidak mendengar sepatah kata pun yang kau ucapkan. Ini, terimalah poinku, aku akan membayarnya. Sekarang kita impas."

"Aku menolak, aku tidak akan menurunkan martabatku hanya untuk menerima bantuan dari orang lain," katanya. 

"Kurasa ini pertama kalinya aku benar-benar marah padamu ..." 

"Jadi apa yang akan kamu lakukan? Bekerja sama? Atau menjadikanku musuhmu?"

"Rasanya hampir seperti kau mengancamku."

"Tidak, bukan 'hampir'. Tapi aku memang benar-benar mengancammu," jawab Horikita. 

The power of violence memang efektif. Yah… jika yang perlu aku lakukan hanyalah mengumpulkan mereka bertiga, tidak ada salahnya untuk bekerja sama. Bagaimanapun, karena sikap Horikita yang menentang pertemanan, dia tidak akan efektif dalam hal diplomasi. 

Selain itu, butuh banyak waktu dan usaha untuk berteman dengan Sudou dan Ike. Aku benci jika mereka harus keluar dari sekolah begitu cepat. Merasakan diriku yang ragu-ragu, Horikita mendesakku. 

"Kamu tidak berpikir kalau aku sudah memaafkanmu karena bersekongkol dengan Kushida-san dan mengundangku dengan alasan palsu, bukan?" dia bertanya. 

"Kau bilang kau tidak akan menyalahkanku. Mengungkitnya kembali itu tidak adil."

"Aku memang mengatakan itu pada Kushida-san. Tapi, aku tidak ingat pernah mengatakan itu kepadamu, Ayanokouji-kun."

"Wow. Kau ini memang benar-benar licik."

"Jika kamu ingin aku memaafkanmu, bekerja samalah denganku." 

Seperti yang kuduga, sejak awal aku tidak punya jalan keluar. Saat ini, satu-satunya cara untuk menghindari percekcokan ini adalah dengan membantunya. 

"Aku tidak bisa menjamin apa pun. Apa kau baik-baik saja dengan itu?"

"Aku yakin kamu akan menemukan caranya. Oh, ini nomor telepon dan email-ku. Jika ada sesuatu yang terjadi, hubungi aku."

Meskipun situasinya tidak biasa, aku berhasil mendapat kontak seorang gadis untuk pertama kalinya di kehidupan SMA ku. Itu adalah Horikita. Meskipun mendapatkan kontaknya, tapi aku tidak terlalu senang.

~ Bersambung ~

Episode Lainnya

Other Series

Komentar

A-Z List cari anime berdasarkan abjad A-Z
Copyright © MarinSubs. All Rights Reserved

MarinSubs adalah tempat streaming/nonton Anime Subtitle Indonesia

Redesign by Kitagawa Marin 喜多川 海夢